Kenali 6 Faktor Risiko Kanker Ovarium dan Bahaya bagi Perempuan

  • Whatsapp

harianlenteraindonesia.co.id – Kanker Ovarium kerap mengintai para perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga akibat kanker pada perempuan. Mirisnya kanker ovarium ini cenderung tidak memiliki gejala, sehingga agak sulit untuk mendeteksinya saat masih berada di stadium awal.

Spesialis Obsterti dan Ginekologi, dr. Pungky Mulawardhana, Sp,OG (K) membenarkan bahwa kanker ovarium memang jarang ditemukan pada stadium awal karena berkembang secara tersembunyi dan hampir tidak bergejala. Alhasil penyakit ini lebih sering ditemukan pada stadium lebih lanjut.

“Bila timbul gejala klinis umumnya merupakan akibat dari pertumbuhan perkembangan serta komplikasi yang sering timbul pada tingkat stadium lanjut. Saat keadaan sudah pada stadium yang lanjut kanker akan sulit untuk disembuhkan,” terang dr. Pungky, dalam siaran pers ‘Kampanye 10 Jari – Deteksi Faktor Risiko dan Gejala Kanker Ovarium’, beberapa waktu lalu.

Jika sudah dalam kondisi lebih lanjut, maka pengobatan kanker ovarium menjadi lebih sulit dan terbatas untuk dilakukan. Padahal jika penyakit ini terdeteksi sejak dini, maka sekira 94 persen pasien dapat hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis.

“Operasi dan kemoterapi adalah penanganan yang umum dilakukan untuk kanker ovarium. Pada kanker ovarium stadium awal di mana penyakit ini masih terbatas di ovarium, penanganan dan pengobatan memiliki kemungkinan besar untuk berhasil,” lanjutnya.

Oleh sebab itu mengenal berbagai macam faktor risiko kanker ovarium bisa menjadi cara terbaik untuk mengantisipasi terjadinya penyakit. Dalam kesempatan tersebut dalam kesempatan tersebut dr. Pungky menjelaskan enam faktor risiko terjadinya kanker ovarium.

1. Angka paritas yang rendah

2. Pertambahan usia (80 persen kanker >50 tahun)

3. Gaya hidup buruk

4. Endometriosis

5. Riwayat keluarga kanker ovarium atau payudara (Peningkatan risiko >2x)

6. Mutasi genetic (BRCA-kemungkinan 11-40 persen pada usia lebih dini) (5-15 persen kanker ovarium memiliki faktor keturunan).

Dokter Pungky pun menjelaskan perjalanan kanker ovarium. Menurutnya kanker ovarium memiliki sejumlah tahap, di antaranya:

1. Diagnosis dan terapi dini (kesembuhan dan ketahanan hidup)

2. sekira 70-80 persen kanker ovarium didiagnosis stadium lanjut (3-4) yang menyebabkan angka ketahanan hidup lima tahun rendah.

Stadium 1 sebesar 90 persen

Stadium 2 sebesar 70 persen

Stadium 3 sebesar 39 persen

Stadium 4 sebesar 17 persen

3. Monitoring berkala sampai dengan lima tahun.

4. Mayoritas respon pengobatan dengan operasi dan kemoterapi

5. Kekambuhan kanker ovarium tinggi (sebesar 80 persen pasien dengan kanker stadium 2-4 mengalami kekambuhan). (Red)

Pos terkait