Polresta Malang Kota Gelar Door Stop Update Kasus Tindak Pidana Anak Dibawah Umur

  • Whatsapp

Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Poresta Malang kota hari ini menggelar agenda Door Stop update kasus tindak pidana terhadap anak oleh Poresta Malang kota hari ini (24/11/2011) dilakukan di Mapolresta pada jam 10.00 Wib. Dalam agenda yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Malang kota,Kompol Tinton Yudha Riambodo,S.I.K mengatakan “Polresta Malang kota terkait kasus tindak pidana terhadap anak,telah melakukan gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang (23/11/2021) 10 orang telah diamankan dan semuanya masih usia anak-anak, 7 orang anak ditetapkan sebagai tersangka berdasar peranan masing-masing yang disesuaikan dengan hasil visum, bukti dan fakta yang sudah diamankan.

Dari para pelaku yang berjumlah 7 orang,6 tersangka telah dilakukan penahanan di sel tahanan anak Polresta Malang,1 orang tidak ditahan karena masih berumur 14 tahun hal ini sesuai dengan undang-undang sistem peradilan anak pasal 32 bahwa anak dibawah umur 14 tahun tidak dapat dilakukan penahanan.

Sementara 3 orang lain yang ikut diamankan dikembalikan pada orang tuanya karena hanya sebagai saksi perkara tersebut,mereka tidak terlibat langsung karena hanya melihat dan menonton aksi yang dilakukan oleh para tersangka.

1 orang tersangka dari 6 orang yang saat ini ditahan diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan pada korban,penetapan tersebut didukung oleh hasil visum dan keterangan saksi bahwa yang bersangkutan diduga kuat telah melakukan perbuatan tersebut.
Untuk 5 tersangka lain yang juga ditahan saat ini akan dikenakan pasal 170,ayat 2 ke 1E UU pidana junto pasal 80 UU perlindungan anak sesuai dengan peranannya yaitu sebagai pelaku pemukulan,menendang,menyuruh dan menvideokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sementara untuk 1tersangka yang diduga melakukan pidana persetubuhan akan dikenakan ancaman hukuman selama 15 tahun. Barang bukti yang dikumpulkan dari kasus ini adalah pakaian para tersangka dan korban,HP juga video yang saat ini juga tegah dikoordinasikan dengan inafis Mabes Polri.

Kondisi korban saat ini masih pada proses pemulihan dengan pendampingan tim trauma healling Polresta Malang memang belum 100% pulih namun korban sudah mulai lebih tenang dan terbuka” pungkasnya.

Pos terkait