Tuntut Kenaikan Upah, Kapolresta Tangerang Kawal Langsung Aksi Unjuk Rasa Buruh.

  • Whatsapp

Tangerang, harianlenteraindonesia.co.id

Dari berbagai aliansi serikat, ratusan buruh di Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebesar 10 persen, hal tersebut bukan tanpa alasan, semua itu sudah dipertimbangkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021.

Dalam aksi itu, ratusan buruh berkumpul dititik awal disekitar wilayah Cikupa, kemudian bergerak menyisir Jalan Raya Serang dan berakhir di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang dengan melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dua dan empat, Selasa (23/11/2021).

Lugito selaku Wakil Ketua DPC KSPSI Kabupaten Tangerang mendesak Pemerintah Daerah untuk segera memutuskan UMK Tangerang tahun 2022 sebesar 10 persen.

“Yakni naik menjadi Rp. 4.653.872,92,
dengan rincian Inflasi 1,85 persen, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,10 persen, produktifitas sebesar 1,05 persen.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengusulkan itu untuk tahun 2022 sesuai PP 36 tahun 2021 dan juga mempertimbangkan kenaikan upah yang ada wilayah Tangerang Raya,” tandasnya.

Sementara itu, demi menjaga kondusifitas, jajaran Kepolisian Polresta Tangerang mengerahkan sejumlah personel sebagai langkah pengamanan dan penjagaan atas dasar Arahan Pimpinan Pasukan (APP) termasuk penertiban lalu lintas, mencegah pemblokiran jalan serta meminimalisir buruh agar tidak melakukan hal diluar konteks unjuk rasa yakni; sweeping terhadap perusahaan yang sedang beroperasi.

“Aksi ini sudah pasti mempengaruhi mobilitas pengguna jalan, karenanya untuk menguarai kemacetan, ditempatkan beberapa anggota serta berupaya melakukan pengamanan guna menjaga aksi massa ini agar jangan sampai ada aksi sweeping terhadap perusahaan disekitar yang sedang beroperasi,”kata Kapolresta Tangerang Wahyu Sri Bintoro dalam keterangannya saat mengawal Unjuk rasa Buruh tersebut.

Disamping itu, lanjut Wahyu, himbauan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan terus ia gencarkan, mengingat Kabupaten Tangerang sendiri masih memberlakukan PPKM level 1.

“Aksi unjuk rasa boleh, namun patuh terhadap prokes juga harus. Kita masih dalam level 1 PPKM, karenanya pembagikan masker tetap kita lakukan gratis kepada buruh yang tidak menggunakan masker,” tutupnya mengakhiri.

Pos terkait