Pemdes Karangjati Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik untuk Tingkatkan Hasil Panen

 

Ngawi –  harianlenterqinfonesia.co.id  Pemerintah Desa (Pemdes) Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik bagi para petani setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Bapak Sumarno, Ketua RT 03 RW 02 Desa Karangjati, dan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur, termasuk perwakilan dari Dinas Pertanian, Forpimcam Karangjati, Ketua Gapoktan dan Poktan, serta para Ketua RT/RW dan seluruh anggota kelompok tani Desa Karangjati.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani tentang cara membuat pupuk organik secara mandiri dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Selain meningkatkan kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang cenderung mahal dan berpotensi merusak tanah dalam jangka panjang.

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik ini antara lain daun dan batang tembakau, 0,25 kg bawang merah, 2 sendok makan sabun cair merek Mama Lemon, serta 7,5 liter air bersih. Semua bahan tersebut mudah didapat dan tidak memerlukan biaya besar, sehingga cocok diterapkan oleh para petani lokal.

Proses pembuatannya dimulai Pestisida Organik bubur California:
Bahan 1. Kg balereng/Sulfur halus.
2 Kg kapur gamping kapur Tohar ( CaO)
Dan 10 liter air bersih. Proses. 1 Kg kapur di campur air bersih 5 liter lalu di Aduk. Sedangkan sisa 5 liter lalu di masukan ke dalam panci di panaskan sampai hangat kuku.
Selanjutnya cara lain: dengan memotong kecil-kecil daun dan batang tembakau lalu dimasukkan ke dalam ember. Bawang merah ditumbuk kasar dan ikut dimasukkan ke dalam ember. Kemudian, campuran ini ditambah air bersih dari sumur dan dua sendok makan sabun cair. Setelah itu, larutan tersebut difermentasi selama 24 jam atau satu malam penuh sebelum siap digunakan. Aplikasinya dilakukan dengan mencampur pupuk dengan air dalam perbandingan 1:10.

Kepala Desa Karangjati, Sumini, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat membuka wawasan petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik. “Dengan pupuk organik, unsur hara tanah tetap terjaga, biaya produksi lebih hemat karena bahan tersedia di sekitar kita, dan hasil panen pun bisa berlipat,” ungkap Sumini.

Sementara itu, Sojo selaku Ketua Gapoktan Desa Karangjati menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik memberikan banyak keuntungan. Selain lebih hemat, pupuk ini terbukti meningkatkan hasil pertanian secara signifikan. “Kami ingin petani tidak hanya menanam, tapi juga memahami teknologi pertanian ramah lingkungan,” ujarnya.

Sumarno, tuan rumah sekaligus Ketua RT 03 RW 02, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap ke depan seluruh warga Karangjati dapat memproduksi pupuk organik sendiri. “Bahan-bahannya mudah didapat, cara membuatnya pun sederhana, dan hasilnya sangat memuaskan,” tutupnya dengan penuh semangat. Jatmiko.

Pos terkait