DEPOK, harianlenteraindonesia.co.id
Forum terbatas New Normal,New City,digelar di Hotel Bumi Wiyata jalan Margonda Raya.Pada acara forum ini, menghadirkan narasumber diantaranya, Dr.Poempida Hidayatulloh (Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan),Babai Suhaemi.SE (Anggota DPRD Kota Depok ) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Orkestra (Organisasi Kesejahteraan Rakyat) Kota Depok,Ir.Khamid Wijaya.Dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, acara berlangsung di Aula Dr.Wahidin Sudiro Husodo, Rabu (05/08/2020).
New normal, menjadi sebuah keniscayaan bagi masyarakat. Kondisi inipun menjadi sebuah referensi protokol bagi pola hidup dan cara baru masyarakat dalam menjalani kehidupannya ke depan. Belum bisa dipastikan kapan Pandemi Covid 19 ini akan berakhir,ungkap Ir.Khamid Wijaya mengawali atensinya.

Khamid Wijaya Ketua DPC Orkestra Kota Depok menjelaskan,Temporer ataukah permanen, terminologi waktu ini bisa menjadi basis bagi tinjauan atas sebuah tatanan dari segenap pihak, dalam menyusun berbagai skema aktifitas di berbagai bidang. Tentunya, inipun akan berdampak ke berbagai infrastruktur kehidupan daerah, bahkan negara sekalipun. Dalam lingkup Perkotaan, bisa dipastikan, Kota akan terdorong ke situasi perubahan yang signifikan, menggeser pola lama ke sebuah inovasi baru dalam pengelolaannya. Produktifitasnya, bisa jadi akan sangat dipengaruhi oleh maksimalisasi penggunaan teknologi digital sebagai “template” penghubung bagi berputarnya arus kegiatan – transaksi ekonomi hingga pembelajaran pendidikan bahkan fasilitas interaktif di pelbagai struktur pemerintahan,tuturnya.
Kemudian, olehnya dikatakan,New Normal mengedepankan keselamatan warga kota,sebagai basis rujukan di setiap aktifitasnya.Selaras dengan itu, produktifitas sendi kehidupan kota harus mampu terjaga dan terus berjalan. Karenanya, Pemerintahan Kota perlu mengimplementasikan berbagai strategi dan inovasi di berbagai fungsi dan lini unit Pemeriintahannya. Sebuah layanan baru bagi masyarakat kota berbasis protokol kesehatan harus didesain dan diterapkan secara berkesinambungan guna menyesuaikan pola dan kondisinya saat ini,tegasnya.
Selanjutnya menurut Khamid,memasuki fase New Normal, Pemerintahan Kota perlu mengubah kembali RENSTRA (Rencana strategi) Perkotaan dari sebelumnya. Adaptasi kebiasaan baru menjadi mandatori yang perlu dimasukkan ke dalam setiap rencana penataan dan pengembangan kota. Pergeseran-pergeseran rencana bahkan terobosan atas munculnya “sesuatu” yang baru, sangat dimungkinkan,imbuhnya.
Masih Khamid Wijaya pada paparannya,dalam konteks Kota Depok, “New Normal” harus bisa melahirkan “New City” Kota, dikelola kemajuannya dengan memaksimalkan sejumlah daya dukung yang dimiliki. Pelayanan Kota, berorientasi kepada Kota Baru yang berbudaya baru. Virtualisasi atas segenap layanan bisa menjadi opsi salahsatunya. Meminimalisasi interaksi fisik dan keramaian (kerumunan) warga kota tanpa harus menanggalkan kebutuhannya,jelasnya.
Ditambahkannya,New City bisa pula merubah infrastruktur “fisik” Perkotaan. Dalam konteks masa depan, tata ruang kota ditata ulang peruntukkannya. Bahkan, kondisi eksisting kini, bisa saja harus diperbaharui lagi guna memenuhi standar protokol kesehatan yang ada. Demikian halnya untuk berbagai bidang perkotaan lainnya – aktifitas ekonomi, sosial budaya serta keagamaan,tandasnya.
Implementasi “New City”, penting untuk dipahami. Sebuah “kerja besar” yang memerlukan partisipasi seluruh warga kota dalam mengubahnya. Kehadiran “perencana-perencana daerah” akan sangat membantu dalam mewujudkannya,pungkasnya.

Untuk diketahui,pada acara Forum terbatas New Normal,New City yang di gelar di Bumi Wiyata ini, sekaligus juga diberikan surat mandat dan penetapan DPC Orkestra Kota Depok, oleh Ketua Umum Orkestra Dr.Poempida Hidayatulloh kepada Ir.Khamid Wijaya sebagai Ketua Orkestra Kota Depok. (joh)




