Pelantikan Ketua RT dan RW Desa Kepuk di Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Jawa Tengah

Jepara, harianlenteraindonesia.co.id

Pelantikan RT dan RW  masa  bakti  2020 – 2025, yang  diselenggarakan  di balai  desa  kepuk, Kec. Bangsri, Kab.Jepara. Pelantikan  tersebut di hadiri  oleh kepala  desa  Sawi  S.Pd.I, beserta  perangkat ketua RT dan RW se desa kepuk. Kegiatan tersebut bersamaan dengan kegiatan tahunan yaitu sedekah bumi dan manganan (tradisi jawa) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan kegiatan doa bersama  di makam sesepuh (Mbah Mbolem). Kamis  29/7/2020.

Tradisi tumpeng juga tidak ketinggalan dan makan bersama (manganan). Sedekah bumi diadakan tiap tahun guna memberikan penghormatan kepada sesepuh desa dan bersyukur kepada sang pencipta atas segala nikmatNya. Kepercayaan masyarakat sekitar bahwa kehiatan mangan juga dimaksudkan agar terhindar dari bencana (balak). Dalam pelaksanaan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yaitu, cuci tangan, jaga jarak, pakai  masker. Pemerintah  desa,  juga bersama – sama berdoa semoga Covid – 19 cepat berakhir ,” ujarnya.

“Kepala Desa Sawi  S.Pd.I mengucapkan selamat  dan terimakasih kepada saudara – saudaraku  yang mau masih menjabat sebagai RT dan RW  baik yang lama maupun yang  baru. Karena peran serta RT, RW dan ibu – ibu   
PKK, sangat  penting  bagi pemerintah  desa  maupun kabupaten ,” jelasnya.
Lebih lanjut tentunya harus tetap menjaga UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar Negara serta  Kebhinekaan Tunggal Ika, karena kita hidup  bermacam  – macam agama, golongan  dan suku dalam kerangka Negara kesatuan Republik  Indonesia ,” imbuhnya.

Kepala desa sawi menyampaikan bahwa kegiatan sedekah bumi ini dapat membantu menampung  aspirasi masyarakat desa karena bisa berkomunikasi langsung serta beramah tamah. Semua aspirasi bisa disampaikan ke pemdes  demi meningkatnya kesejahteraan bagi warga  desa  kepuk dan  mari bersama –  sama  menjaga  kamtibnas di wilayah masing – masing ,” lanjutnya.
“Sejarah  desa  kepuk  ketika  abad  17  sultan  agung  Mataram  berusaha  mengusir  Belanda  VOC yang  selalu  membuat  Onar  di  pesisir  Utara, untuk  menjaga  pelabuhan  ujungpara  di  berikan kepada  warok singoblendhang  pendekar dari  Trenggalek (Jawa Timur) dan  di  dampingi  Pahlawan yang  lain. Salah satunya  ada yang  bernama Holem Agul – Agul yang  di  kenal sampai sekarang di Desa Kepuk  dengan  sebutan lidah Jawa, yang  sampai  sekarang  masih  ada  pesarean  Pe-makamnya Mbah Mbolem ,”ujarnya.

Untuk desa kepuk sendiri dikaitkan  dengan  adanya bangunan yang ada di pesarean Mbah  Mbolem (sesepuh/leluhur yaitu tempatnya  bangunan kecil  3×3 m, dan  diatasnya  terdapat  kekep (Tutup yang terbuat dari tanah liat) yang  saat itu di Tumpuk ada 2 – 3  kekep, dan sehingga terbentuklah sebutan Desa yaitu menjadi, Kepuk ,” ujarnya.

“Kepuk menjadi VIII Blok yaitu, Blok I dan RW II menjadi Dukuh Sawahan, Blok RW III menjadi Dukuh Nggili, Blok RW V menjadi  Dukuh Krajan Barat dan Karangsari, Blok RW VI menjadi Krejan Timur, Blok RW VII menjadi  Dukuh Rambutan, Blok RW VIII menjadi  Dukuh Jangglengan ,” pungkasnya. (Jurnalis Badi/john)

Pos terkait