Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Organisasi Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) gelar pelantikan pengurus GISLI Kabupaten Banyuwangi di Aula Pelabuhan Muncar.
Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus GISLI, Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Mudji Waluyo, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Dr. Budi Sulistyo, M.Sc., Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Deddy Foury Millewa, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Alief Rahman Kartiono dan para nelayan.
Ketua Dewan Pengurus GISLI, Irjen. Pol. (Purn) Drs. H. Mudji Waluyo mengatakan, selain pelantikan pengurus GISLI Banyuwangi juga sebagai wadah diskusi dan perihal pemahaman teoritis dan praktis mengenai tantangan serta resiko yang dihadapi oleh nelayan skala kecil di Indonesia yang didiskusikan dengan jelas dan akurat berdasarkan kondisi empiris di lapangan.
“Hari ini kita bersama dalam keberkahan berkumpul untuk meresmikan kantor cabang GISLI di Muncar Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.
“Perairan Muncar merupakan bagian dari upaya mewujudkan kejayaan maritim Indonesia. Muncar memiliki kekayaan laut yang berlimpah, yang memberikan sumber mata pencaharian bagi para nelayan dan pesisir,” urainya.
Lanjut Mudji, secara geografis, Muncar terletak di Kabupaten Banyuwangi dan memiliki banyak objek wisata alam, serta pelabuhan ikan terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua setelah Bagan Siapi-api,” pungkasnya.

Sementara itu, Ditjen PDSPKP, Dr. Budi Sulistyo, M.Sc. menyampaikan, kepedulian kami terhadap keselamatan nelayan di laut dengan segala edukasi.
“Nelayan pasti menghasilkan sesuatu menangkap supaya perekonomian naik, maka bagaimana hasil tangkapan ini diolah. Ini adalah tugas para ibu nelayan yang menunggu di rumah dan hasil tangkapannya diolah sehingga ada nilai tambah,” terangnya.
Budi juga menjelaskan, kami adalah tugas pembimbing, pembinaan, terkait bagaimana cara mengolah yang baik dan memenuhi standar dan keamanan.
“Setelah itu, kami membina mereka untuk usahanya terkait dengan pembimbingan. Bagaimana mereka setelah produk-produk itu muncul kami edukasi lagi,” kata Budi.
“Sekalian info basis bisnis, kami tambahkan ilmu pengetahuannya pemahaman terkait dengan manajemen usaha bagaimana mendapatkan akses terhadap modal. Sehingga ini adalah satu pemahaman dan modal lagi untuk usaha,” pungkas Ditjen PDSPKP, Budi Sulistyo.





