Pemerintah Desa Rejomulyo Bekerjasama dengan Yabhysa (Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera dan LKC Dhompet Dhuafa Gelar Inovasi Program Grebeg Tuberkolosis dan Seruan Desa Bebas Tuberkolosis

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Sebagai salah satu rangkaian memperingati hari Tuberkulosis Sedunia pemerintah desa Rejomulyo kecamatan Barat kabupaten Magetan menggelar acara Bhakti sosial Grebeg TB dan dan seruan desa bebas TB dengan tujuan supaya masyarakat dapat selalu sadar bahwa penyakit TBC adalah penyakit yang masih dikategorikan sebagai epidemi di dunia, termasuk juga di Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa Rejomulyo (Senin,20 Maret 2023) yang dihadiri Ketua TP PKK kabupaten Magetan Titik Sudarti Suprawoto, Camat Barat Ir Muh.Salim, Forkompimca Barat ,dinas kesehatan Kabupaten Magetan, Petugas dari puskesmas Barat, Yabhysa (Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera, LKC Dhompet Dhuafa serta masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan senam aerobik bersama, Dilanjutkan pemaparan program oleh Kepala desa Rejomulyo Aris Purwanto ,Perwakilan Petugas dari puskesmas Barat, Yabhysa (Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera, dan LKC Dhompet Dhuafa.

Aris Purwanto menjelaskan ” Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah kita masukkan dalam APBDes meskipun hanya kecil sebagai upaya meningkat kesadaran masyarakat akan bahaya TB jika tidak ditangani dengan tepat TB ini bisa menjadi penyakit yang susah disembuhkan/TBC resistance obat. Dengan edukasi yang tepat maka masyarakat penderita TB bisa melakukan pengobatan dengan tepat. Program ini merupakan program pertama kali di kabupaten Magetan semoga bisa berhasil dan bisa di replikasi desa lainnya.”jelasnya.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Magetan Titik Sudarti Suprawoto menjelaskan ” Kita apresiasi langkah kepala desa Rejomulyo ini yang bisa menggandeng Yabhysa (Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera) ,dan LKC Dhompet Dhuafa. Kita berharap kegiatan ini bisa berhasil maksimal dan akan bisa direplikasi di desa lain di Magetan. Seperti kita ketahui desa Rejomulyo ini sudah 2 kali memiliki program inovasi, diantaranya pencegahan stunting dan ” jelas Titik Suprawoto.

Seluruh pemangku kebijakan termasuk juga masyarakat harus selalu meningkatkan kepedulian dan juga peran dalam mendukung Eliminasi TB di Indonesia dimana sejalan dengan program pemerintah dalam usaha Percepatan Eliminasi TB di Indonesia tahun 2030.

Sebagai salah satu upaya dalam peningkatan deteksi dini terhadap penderita TB, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meluncurkan gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC. Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat dapat secara aktif memeriksakan diri atau membawa penderita TBC langsung ke rumah sakit apabila terdapat gejala TBC supaya dapat segera disembuhkan sehingga terhindar dari resistensi. Video kegiatan ini bisa di klik di. https://www.youtube.com/@lenteraindonesia01 .

Pos terkait