Korban Dugaan Penganiyaan di Pantai Marina Boom dapat Bantuan dari Panitia Gebyar Lebaran

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Tragedi dugaan penganiayaan yang terjadi di Pantai Boom Banyuwangi mendapat empati dari panitia gebyar lebaran berupa bantuan sembako kepada korban. Surohadinoto (korban) yang diduga dianiaya oleh WNA asal Rusia tersebut merupakan pemilik sound sistem yang disewa dalam kegiatan gebyar lebaran 2026.

Bantuan itu langsung diserahkan oleh Ketua Panitia Sound Gebyar Lebaran Subagio dan anggota di kediamannya Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, Kamis (2/4/2026).

Usai memberikan bantuan, Ketua Panitia Subagio menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang dialami Surohadinoto.

Subagio menegaskan bahwa panitia tidak tinggal diam. Kami dan teman-teman memiliki tanggung jawab moral, mengingat Surohadinoto merupakan mitra kerja yang terlibat dalam suksesnya kegiatan Gebyar Lebaran di Pantai Boom.

Subagio mengatakan, kami atas nama panitia menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam. Kehadiran kami disini bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral agar Pak Surohadinoto tetap kuat dan tabah menghadapi masalah ini.

Selain bantuan sembako, juga diberikan berupa santunan dan dukungan kebutuhan lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban korban dan keluarganya.

Panitia gebyar lebaran menyatakan untuk terus mengawal kasus dugaan penganiayaan tersebut agar dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Surohadinoto (korban), menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh panitia.

“Saya terharu atas kepedulian yang ditunjukkan dan berharap keadilan dapat ditegakkan atas kejadian yang menimpa saya,” ujarnya.

“Semoga masalah ini kedepan bisa segera mendapatkan penyelesaian yang adil,” ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa pada Minggu pagi (29/3) sekira pukul 09.00. WIB setelah pelaku WNA asal Rusia (AF) diduga mematikan mesin sound sistem dan mencabut kabel tanpa ijin. Karena merasa terganggu oleh suara musik dari acara Gebyar Lebaran yang telah menjadi tradisi selama puluhan tahun tersebut.

Tindakan tersebut memicu reaksi korban yang merupakan warga sekitar karena berusaha melindungi peralatannya. Karena mengaku kuatir alatnya rusak.

Cekcok pun terjadi dan diduga berujung pada aksi pemukulan.Penulis: Aji

Pos terkait