Kabupaten Malang, harianlenteraindonesia.co.id Progres proyek pembangunan Jalan Provinsi Gondanglegi-Wonokerto – Balekambang sudah lebih mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 ini. Saat ini masih terdapat beberapa titik yang memerlukan proses perbaikan sebelum dapat diakses masyarakat secara lancar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menerangkan, beberapa kendala yang tengah dialami dalam penggarapan jalan tersebut adalah tanah yang belum selesai pembebasanya. Dimana sebelumnya, ada ada ratusan bidang tanah di lot A yang masih menjadi sengketa. Karena sudah dilakukan penetapan lokasi (penlok), untuk saat ini kurang dari 100 bidang tanah rampung dan akan segera selesaikan.
“Bagian yang belum selesai itu spot-spot. Misalnya bagian jalan yang lahannya belum dibebaskan, dulu itu ditinggal dulu. Sekarang mau disempurnakan,” seru Oong, sapaan akrabnya.
Dirinya menuturkan, selain itu perlu ada penanganan khusus untuk perbaikan beberapa jembatan. Agar tetap bisa diakses oleh masyarakat yang melintas, jembatan yang tenga diperbaiki dibangunkan replika jembatan sebagai pengganti sementara.
“Nanti juga akan tetap dibangun jembatan satu jalur seperti sebelumnya,” bebernya.
Sebagai informasi, kurang lebih sepanjang 30,48 kilometer jalan menuju arah Malang Selatan tersebut yang akan diperbaiki. Dalam proses penggarapan proyek tersebut terbagi menjadi dua Lot, yakni Lot dari Gondanglegi-Wonokerto, sepanjang 16 kilometer dengan anggaran mencapai Rp168,70 miliar. Kemudian Lot B dari Wonokerto-Balekambang, sepanjang 14,48 kilometer dengan anggaran pembiayaan Rp175 miliar.
Oong berharap, dengan pelaksanaan pengerjaan perbaikan jalan ini dapat menyokong perputaran ekonomi dan wisata di Kabupaten Malang, terutama di bagian selatan. (M.yus)






