Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan perhatian serius terhadap sektor pertanian. Tahun ini, sejumlah kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dilaksanakan di berbagai wilayah desa. Program ini bukan hanya berorientasi pada perbaikan infrastruktur air, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, Dwi Miyatno Wahyudayanto, menyampaikan bahwa irigasi adalah fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pertanian.
“Pertanian tidak akan berjalan tanpa dukungan air yang cukup. Dengan rehabilitasi jaringan irigasi ini, kami ingin memastikan pasokan air tetap lancar sehingga produktivitas lahan meningkat, petani sejahtera, dan ketahanan pangan daerah terjaga,” ungkapnya.
Tahun ini, setidaknya sembilan pekerjaan strategis dilaksanakan, dengan total anggaran lebih dari Rp. 6 miliar, yang tersebar di 5 Kecamatan
Menurut Dwi Miyatno, proyek ini memiliki dampak langsung terhadap petani. Infrastruktur irigasi yang terawat akan memastikan kebutuhan air tercukupi sepanjang musim tanam.
“Bila jaringan irigasi berfungsi baik, maka hasil pertanian bisa lebih stabil bahkan meningkat. Hal ini secara langsung mendukung program ketahanan pangan, karena kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dari produksi lokal,” jelasnya.

Selain itu, pemeliharaan bendung juga menjadi prioritas. Bendung Kedung Pangot misalnya, merupakan salah satu infrastruktur vital yang mengairi puluhan hektare sawah di Kecamatan Widodaren. Keberadaannya berperan strategis dalam menjaga suplai air untuk mendukung swasembada pangan.
Dinas PUPR Ngawi menegaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan pangan.
“Kami berkomitmen menjaga irigasi tetap berfungsi optimal, agar sektor pertanian Ngawi semakin tangguh menghadapi perubahan iklim dan tantangan masa depan. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah dapat terus diperkuat,” pungkas Dwi Miyatno. Kenty.






