Yuk Kenali Ciri-ciri Wanita Rentan Mengalami Depresi

harianlenteraindonesia.co.id – Depresi adalah kondisi gangguan pada jiwa seseorang. Studi menunjukkan wanita dua hingga tiga kali lebih rentan mengalami depresi dibandingkan pria. Dilaporkan bahwa angka tersebut mengalami peningkatan tajam 665 persen dalam jumlah pertanyaan tentang kesehatan mental sejak 2019.

Seringkali kata “depresi” digunakan secara berlebihan dan disalahartikan sebagai kesedihan. Kesedihan adalah respons emosional terhadap situasi eksternal. Itu hanyalah salah satu gejala depresi.

Saat orang terdekat meninggal dunia, seorang wanita biasanya akan merasa sangat sedih. Proses berduka berlangsung secara alami melalui waktu. Ada banyak alasan untuk merasa sedih ini.

Lantas, apa sebenarnya ciri-ciri depresi pada wanita? Bagaimana cara membedakannya dari kesedihan? Berikut penjelasannya, seperti dinukil dari laman Feminaindia, Jumat (23/4/2021).

1. Depresi bukan kesedihan

Seperti disebutkan sebelumnya, kesedihan hanyalah gejala depresi. Ada gejala depresi lainnya, yakni:

– Kehilangan minat dalam aktivitas

– Gangguan pola tidur dan kebiasaan makan

– Abstraksi selektif dan overgeneralisasi

– Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan

– Retardasi atau agitasi psiko-motorik

– Pikiran tentang kematian atau sekarat

2. Depresi terjadi dalam beberapa tahap, kesedihan adalah situasional

Depresi biasanya datang secara bergelombang. Seseorang menghadapi depresi selama 2 hingga 3 minggu, atau mungkin sebulan, kemudian sembuh dengan sendirinya. Setelah beberapa hari atau minggu, gejala yang sama mulai merayap perlahan. Ini karena depresi dapat dipicu dengan mudah akibat stres, dan jika tidak ditangani maka mengarah ke beberapa tahap, sampai menjadi bagian dari hidup Anda yang menyebabkan depresi kronis.

Di sisi lain, kesedihan bersifat cepat dan sementara. Ini dapat berlangsung selama beberapa hari, lalu jika tidak ada gejala lain dapat dengan mudah diatasi. Kesedihan adalah emosi yang alami dan penting. Merasa sedih dalam situasi yang tepat adalah hal yang baik.

3. Depresi menyebabkan perubahan tahan lama dalam kehidupan seseorang

Hal yang paling menyedihkan dari depresi adalah beberapa orang menjalaninya selama sebagian besar hidup mereka, tanpa menyadari membutuhkan bantuan. Mereka menjadi berubah seiring bertambahnya usia, tingkat emosi, atau keadaan lebih buruk lagi. Mereka mencoba untuk kembali fokus pada pekerjaan, hobi, atau keluarga; namun tidak peduli berapa banyak usaha yang dilakukan dan merasa tidak puas.

4. Pengobatan depresi

Terkait pengobatan, obat saja tidak pernah memberikan solusi untuk depresi. Ada banyak teknik kognitif dan perilaku yang dianjurkan dalam pengobatan depresi. Ini berfokus terutama pada perubahan perilaku di satu sisi dan perubahan kognisi di sisi lain.

Psikolog konseling atau konselor depresi menggunakan teknik kognitif dan perilaku tersebut untuk memodifikasi sistem kepercayaan, sikap, dan harapan yang maladaptif. (Red)

Pos terkait