Jepara, harianlenteraindonesia.co.id
Jumat, 2/10/2020, Ketua Komisi A DPRD Jepara kembali mengundang Dirut Perumda Andi Rokhmat, S.IP, ME yang beberapa kali tidak bisa menghadiri rapat karena kesibukannya. Kali ini Andi Rokhmat Dirut Perumda Aneka Usaha, yang terbiasa dengan panggilan Andy Andong, hadir memenuhi undangan rapat Komisi A di kantor DPRD Kabupaten Jepara.
Agenda pertemuan dan audiensi antara LSM Pekat Jepara yang di ketuai oleh Prio Hardono dengan DPRD mengenai kinerja dan tata kelola Perumda Aneka Usaha dalam pengelolaan limbah FABAG PLTU TJB Jepara.
Turut hadir dalam dalam acara tersebut, Plt. Ketua DPRD Drs. Junarso dari Fraksi PDIP, Wakil Ketua H. Pratikno dari Fraksi Nasdem dan Ketua Komisi A Ibu Hj. Saidatul Haznak, S.Pd.I dari Fraksi PPP, dengan peserta rapat Andy Andong beserta Staf dari PERUMDA ANEKA USAHA Jepara, LSM Pekat yang diketuai Prio Handono dan beberapa perwakilan media.
Rapat dipimpin langsung oleh Plt. Ketua DPRD Junarso. Dalam kesempatan itu Ketua LSM PEKAT dipersilahkan menyampaikan baik pertanyaan ataupun koreksinya kepada Dirut Perumda Aneka Usaha.
Lalu Prio Handono tak menyia-nyiakan waktu dan langsung meminta keterangan dari Dirut Perumda dalam tata kelola limbah, baik mengenai MGP dan berapa truk tronton dan berapa ton kapasitas limbah gipsum keluar dari PLTU, dan hasil pemasukan PAD buat Kabupaten Jepara.
Pertanyaan Prio Handono ditanggapi oleh Dirut Perumda soal tata kelola limbah bahwa limbah gipsum dalam kondisi normal bisa mencapai 10 truk dengan kapasitas hampir 29 ton, karena kondisi pandemi Covid-19 dan kendala teknis di PLTU sendiri, hanya menghasilkan 4-5 truk limbah. Masalah ini menjadi persoalan terhadap target dan jadwal bagi penerima kuota limbah, dan kendala PLN tidak bisa optimal, karena operator dan ahli-ahli yang berasal dari Jepang tidak bisa datang ke Jepara karena pandemi Covid-19, akhirnya ada kendala dalam operasinya, tentunya ini berdampak terhadap operasional teknis di lapangan,” jelasnya.
“Perumda juga mengelola Sistem Resi Gudang (SRG) dalam usaha mewujudkan program ketahanan pangan dengan petani gabah, dengan menyediakan Resi Gudang di Desa Rengging dengan kapasitas 1200 ton agar petani tidak dirugikan oleh spekulan dan tengkulak saat panen. Harapannya, Perumda bisa membeli gabah dengan harga diatas harga tengkulak. Selain itu, Perumda juga ada terobosan usaha baru air minum kemasan Rojoku, menghidupkan lagi unit usaha SPBN di Mlonggo yang sudah setahun tidak operasional karena ada masalah pasokan dari PT AKR. Kami bekerja keras agar PT AKR bisa memasok solar kembali untuk membantu nelayan melaut. SPBN di Donorojo ditutup karena jaraknya agak jauh dengan pantai. Terobosan lainnya adalah memproduksi kopi Rojoku, yang diharapkan potensi desa bisa lebih berkembang,” tambahnya.
Wakil Ketua dari Fraksi NASDEM Pratikno memberikan arahan agar setiap melaksanakan kerja sama atau membuka unit usaha baru agar diperhitungkan untung ruginya, agar tidak sia-sia dan harus melalui studi banding yang komprehensif sebelum memulai usaha, agar tidak rugi dalam pengelolaannya dan agar unit-unit usaha yang merugikan dilepas saja agar tidak membebani perusahaan.
Kesimpulan rapat bersama ini oleh Plt. Ketua DPRD menghimbau agar Perumda lebih selektif dalam memilih unit usaha dan lebih berhati-hati untuk menentukan langkah-langkah bisnis, karena sejak Andy Andong menjabat sebagai Dirut tahun 2017-2020, tanpa penyertaan modal dari PEMDA, ini tentunya juga menjadi catatan khusus, atas kinerja Dirut, dan berterima kasih karena sudah hadir dan melaporkan kinerjanya kepada Komisi A sebagai mitra kerjanya.(jurnalis john-tim)





