MTS N Kota Malang Menunggu Opsi Pembelajaran Tatap Muka dari Pemda

Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Untuk segala kegiatan dan aktifitas pembelajaran dimasa pandemi Covid 19 di kota Malang sampai saat ini terhitung mulai bulan Maret sampai menginjak awal bulan Oktober pembelajaran siswa masih dilakukan dirumah via during.Seperti diketahui kota Malang termasuk kategori zona merah pihak Pemda sendiri masih belum berani untuk memperlakukan pembelajaran tatap muka.
Hal ini juga berlaku untuk MTs Negeri 1 jalan Bandung kota Malang walaupun notabene dibawah kementerian agama tetap mematuhi aturan pemda( kota Malang) untuk pembelajaran saat ini dilakukan secara during ujar kepala sekolah MTs Negeri 1 Drs.Samsudin,MPd kepada awak media.
Disinggung terkait biaya bulanan sekolah seperti SPP(Sumbangan Pembinaan Pendidikan) siswa tidak mengalami penurunan meski sistem belajar dilakukan dari rumah secara on line.Menurut Samsudin kegiatan pembelajaran ketika pandemi berbeda dengan yang sebelumnya untuk terkait dengan kegiatan biaya DPP.MTs Negeri 1 mensuport dalam artian pembelajaran murid murid dari rumah,otomatis membutuhkan sarana komunikasi untuk diskusi kegiatan pembelajaran karena siswa lebih banyak belajar dirumah dengan biaya tentunya diatur sendiri dirumah mading-masing tambahnya.
Untuk kegiatan – kegiatan ekstrakulikuler seperti olah raga,seni dan lain lain sementara ditiadakan jadi otomatis tidak ada biaya tambahan tambah Samsudin.Untuk kegiatan – kegiatan normatif yang memang sudah dilakukan itu akan tetap dilaksanakan tentunya itu juga kembali pada murid – murid termasuk bantuan pulsa artinya untuk kegiatan yang dilakukan dirumah membutuhkan kebersamaan tandasnya.Jadi biaya dirumah lebih hemat karena juga mengurangi ongkos operational murid – murid dan uang jajan yang dikeluarkan.
Dijelaskan lagi oleh Samsudin selaku kepsek MTs Negeri 1 Malang walaupun anak sekolah tidak tatap muka atau secara virtual sama saja tetap belajar seperti biasa.pihaknya sendiri menerapkan kegiatan belajar mengajar melalui virtual zoom selama pandemi sambil menunggu keputusan dari Pemkot Malang.
Harapan dari Samsudin untuk pembelajaran tatap muka memang menyiapkan opsi sesuai dengan petunjuk dari pemda.,karena dilapangan masih belum memungkinkan otomatis tetap melakukan pembelajaran jarak jauh setidaknya bisa dilakukan seeffektif dan sebaik mungkin. (M.yus. jk)

Pos terkait