Petani Tembakau di Desa Sawojajar Kecamatan Takeran “Menjerit” Kekurangan Pupuk ZA Bersubsidi

MAGETAN, harianlenteraindonesia.co.id

Sukamdi kepala desa Sawojajar Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan kepada Harian Lentera Indonesia mengatakan “Saat ini para petani tembakau khususnya di desa kami kekurangan pupuk ZA bersubsidi karena saat ini sebagian besar warga desa kami sedang menanam tembakau yang membutuhkan pupuk ZA yang tinggi untuk meningkatkan kualitas tanaman tembakau kami.

Didesa Sawojajar sendiri terdapat 20 hektar sawah yang ditanami tembakau dan sebagian besar hasil panen kami di pasok ke Jawa Tengah.”tuturnya. Kamis 6/8/2020.

Lebih lanjut Sukamdi kepala desa Sawojajar menjelaskan” Setiap bulan 6 sebagian besar warga kami mulai menanam tembakau. Di desa Sawojajar terdapat 20 Ha lahan tembakau. Didesa kami ini untuk kebutuhan ZA per kotak memerlukan pupuk sekitar 1,5 kuintal. Kami petani sebenarnya juga mengerti akan kebijakan pemerintah tentang pengurangan jatah pupuk subsidi bagi petani tapi alangkah bijaksananya jika pengurangan itu juga di dasari akan kebutuhan pupuk apa saja yang dibutuhkan petani ,jadi jangan disamaratakan antara daerah A dengan daerah B karena jenis tanamannya yang berbeda, yang secara otomatis berbeda pula jenis pupuknya. “jelasnya.

Puji Suryono petani tembakau desa Sawojajar saat di temui Harian Lentera Indonesia disawahnya mengatakan “Saat ini ketersediaan pupuk ZA  subsidi sangat kurang di daerah kami yang dengan terpaksa kami harus membeli yang non subsidi yang harganya terpaut lumayan mahal bagi petani apalagi saat kondisi sulit seperti ini untuk selisih harganya sekitar 70 ribu per sak”keluhnya.

Selain didesa Sawojajar petani tembakau juga banyak tersebar di desa desa lain di kec Takeran, Kec Bendo Poncol dan kec Parang yang rata rata juga terkendala masalah pupuk ZA subsidi yang sangat kurang di petani yang terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya selisih 50 ribu sampai 70 ribu per sak 50 kg.

Diharapkan pihak terkait lebih bisa bijaksana lagi dalam menyikapi pengurangan pupuk subsidi ini dengan melihat jenis tanaman yang di tanam oleh para petani desa per desa. Karena tidak semua desa memiliki jenis tanaman yang sama dan otomatis memerlukan jenis pupuk yang berbeda. Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (Jurnalis :Beni Setyawan) .

Pos terkait