Depok. harianlenteraindonesia.co.id
Tahun Baru Imlek sejati sudah ada sejak Dinasti Xia, yang menetapkan awal tahun barunya jatuh pada awal musim semi,yaitu tanggal 1 bulan 1 Yinli (satu Zheng Yue), ungkap Suwito Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia Depok di Klenteng Vitara, Jumat (24/10/2020).
Suwito menjelaskan, setelah dinasti Xia berakhir dan digantikan oleh Dinasti Shang (1766-1122 SM) awal tahun barunya, dimajukan satu bulan bertepatan dengan akhir musim dingin, yaitu tanggal 1 bulan 12 Yinli (Satu Shi Er Yue). Selanjutnya, setelah Dinasti Shang runtuh dan digantikan oleh Dinasti Zhou (1122-255 SM) awal tahun barunya dimajukan lagi satu bulan, tepat pada pertengahan musim dingin, yaitu pada tanggal 1 bulan 11 Yinli (satu Shi Yi Yue), bertepatan dengan sembahyang Dongzhi.
Dinasti Xia lebih bijaksana yang menetapkan awal tahun barunya pada awal musim semi, karena awal musim semi ini adalah awal yang baik untuk memulai sebuah kerja dan karya baru. Sedangkan pada masa Dinasti Shang dan Dinasti Zhou yang menetapkan awal tahun barunya pada akhir musim dingin (Kwi Tang) dan pertengahan musim dingin, rakyat masih harus menanti satu atau dua bulan lagi untuk memulai kerja baru karena masih harus menunggu musim dingin berlalu,ucapnya.

Lanjutnya, Zi Sheng Kongzi hidup pada masa pertengahan Dinasti Zhou (pada zaman Chun Qiu tahun 551-479 SM). Suatu ketika Beliau menganjurkan agar Dinasti Zhou kembali menggunakan kalender Dinasti Xia yang menetapkan tahun barunya pada awal musim semi, karena cocok dijadikan pedoman oleh para petani. Tetapi nasihat Beliau baru dilaksanakan pada masa Dinasti Han (202 SM – 220 M) oleh Kaisar Han Wu Di pada tahun 104 SM. Sejak Dinasti Han itu, Kalender Xia yang sekarang kita kenal sebagai kalender Yinli diterapkan kembali sampai sekarang ini. Sebagai penghormatan kepada Zi Sheng Kongzi perhitungan tahun pertama kalender Yinli ditetapkan oleh Han Wu Di dihitung mulai tahun kelahiran Nabi Kongzi (551 SM sebagai tahun pertama Yinli). Itulah sebabnya kalender Yinli lebih awal / lebih tua 551 tahun dibandingkan dengan kalender Masehi. Jika kalender Masehi bertahun 2020, maka kalender Yinli bertahun 2571 (penjumlahan tahun masehi 2020 dengan tahun kelahiran Zi Sheng Kongzi 551).
Zi Sheng Kongzi menekankan pentingnya kembali menggunakan sistem penanggalan Dinasti Xia, karena penanggalan tersebut cocok untuk menghitung tibanya pergantian musim, sehingga cocok pula dijadikan pedoman masyarakat yang pada waktu itu mayoritas hidup dengan mengolah sawah ladang atau bertani,tuturnya.
Sebelum acara ibadah di mulai (Pukul 22.00-24.00 Wib), diisi dengan penampilan panggung anak-anak yang mengisahkan, dalam melaksanakan kebajikan yang akan menurunkan keberkahan. Dalam hal pengamanan acara tampak Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Trihariadi. Dilokasi pengamanan Kompol Trihariadi mengatakan, untuk jamaah lebih kurang ada 300.Namun, Alhamdulillah karena memang dan karena ini, banyak warga sekitar Pancoran Mas khususnya dan Cipayung, sehingga masih bisa menampung dan belum ada hal-hal yang yang dikuatirkan. Pengamanan diupayakan untuk semaksimal mungkin, walaupun itu objek nya satu. Polsek Pancoranmas tetap melaksanakan patroli di wilayah, khususnya pancoranmas sampai Kecamatan Cipayung,terangnya.
Kemudian,untuk di Cipayung kita hanya ada satu majelis Konghucu Pitara. Pengarahan pengamanan kita semaksimal mungkin, dari polsek ada 6 personel dan dari TNI juga ada serta dari rekan-rekan Kamtibmas dan Ormas yang ada lebih kurang ada 20. Ini yang di objek, namun di sekitaran wilayah Pancoran Mas dan Kecamatan Cipayung kita maksimalkan, artinya ini siaga pengamanan sampai ibadah selesai lebih kurang pukul 24.00 nanti. Begitu jemaah sudah selesai meninggalkan objek dan kita tetap konsentrasi, di wilayah Pancoran Mas agar tetap aman dan kondusif,tandasnya. (joh).




