Fasum Berubah Jadi Lapak PKL Alun-Alun Kota Batu, Wakil Ketua ll DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto Desak Pemkot Batu Segera Relokasi dan Penertiban

MALANG, harianlenteraindonesia.co.id

Fasilitas umum (fasum) badan jalan di seputaran Jalan Kartini dan Sudiro, atau lebih tepatnya di kawasan Alun-Alun Kota Batu yang kini berubah jadi lapak PKL, tengah viral menjadi sorotan publik.

Pasalnya, fasilitas umum badan jalan tersebut tidak dipergunakan sebagaimana peruntukannya, yang kini berubah menjadi tempat usaha berjualan bagi para PKL.

Pantauan awak media di lokasi, jalur untuk pejalan kaki dipenuhi dengan beragam lapak, ironisnya beberapa diantaranya telah dibangun semi permanen berbahan cor, besi, dan instalasi listrik seadanya.

Pernah Direlokasi ke BTC, Tapi PKL Kembali Lagi

Publikpun mempertanyakan keberadaan fasilitas umum badan jalan yang seharusnya bebas diakses warga, kini telah berubah menjadi lapak pribadi.

“Seharusnya Pemkot Batu harus tegas segera merelokasi ke tempat lain, setahu saya dulu sempat dipindah ke BTC, tapi ternyata para PKL kembali lagi dengan alasan sepi,” ungkap Setyo salah seorang warga Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Menurutnya, permasalahan tersebut juga harus memberikan solusi yang tepat dan terbaik bagi para PKL yang berjualan, agar mereka mau untuk pindah ke lain.

“Karena ini menyangkut urusan perut, jadi Pemkot Batu harus bersikap tegas dimana salah satunya harus merelokasi ke tempat lain, jadi tidak harus berjualan di fasilitas umum dan badan jalan sekalipun, karena jelas melanggar hukum apalagi infonya dari berita ada dugaan jual beli lapak, tentunya ini harus diusut tuntas,” papar pria yang kesehariannya mengojek ini.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, S.P dari fraksi PKS mendesak Pemkot Batu melalui dinas terkait untuk segera bertindak.

“Itu tugas dinas terkait, Pemkot Batu perlu melakukan penataan dimana salah satunya merelokasi ke tempat lain, supaya nyaman dan tidak menganggu hak bagi para pejalan kaki dan jalur kendaraan yang melintas,” tegasnya pada Kamis (28/5/2026).

Politisi PKS ini menyebut, bahwasanya aktivitas PKL berlangsung setiap hari, namun penertiban hingga kini tak pernah kunjung dilakukan.

Desak Pemkot Batu Lakukan Penertiban PKL

Menurutnya, dinas terkait di Pemkot Batu belum menunjukkan langkah, jadwal, maupun ketegasan yang jelas hingga pada saat ini.

“Dampaknya, para pejalan kaki terpaksa berbagi ruang dengan lapak-lapak para PKL yang sekarang sudah mulai banyak. Jika dibiarkan, citra Kota Batu sebagai kota wisata bisa buruk. Karena, badan jalan yang semestinya dipergunakan sesuai dengan peruntukan malah berubah menjadi pasar permanen,” ujarnya.

Bagi Ludi, persoalan ini bukan hanya sekadar estetika saja, akan tetapi juga soal fungsi ruang publik. Maka dari itu, dirinya menekankan kepada Pemkot Batu untuk wajib melakukan menertibkan.

“Jadi, memang harus ditertibkan jangan malah dibiarkan, sebelum Alun-Alun Kota Batu benar-benar kehilangan fungsinya,” pungkas dia.(M.yus)

Pos terkait