Depok,harianlenteraindonesia.co.id Proses pelantikan pejabat yang dilakukan saat ini tidak lagi melalui mekanisme open bidding, melainkan berbasis pada sistem manajemen talenta yang telah menjadi kebijakan nasional. Demikian, ungkap Supian Suri, Walikota Depok, usai melantik puluhan ASN Pemkot Depok.
Walikota Depok, Supian Suri melakukan rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Depok.
Pelantikan digelar bertempat di Aula Teratai Balai Kota, Senin (25/5/26).
Langkah strategis ini untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat pelayanan publik dimana jabatan yang diisi mencakup pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga jabatan fungsional di sejumlah organisasi perangkat daerah.
Walikota Depok, Supian Suri mengatakan, tahun 2026 menjadi batas akhir bagi seluruh pemerintah daerah untuk menerapkan sistem tersebut sesuai arahan pemerintah pusat dan Badan Kepegawaian Negara.
Pelantikan pejabat merupakan bagian dari implementasi sistem merit dan manajemen talenta ASN yang bertujuan menghadirkan aparatur profesional dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, jelasnya.
Pejabat yang dilantik telah melalui seluruh tahapan yang dipersyaratkan dalam penerapan manajemen talenta. Proses tersebut juga telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan Badan Kepegawaian Negara sehingga pengisian jabatan kini dilakukan secara lebih objektif dan transparan.
Dengan sistem tersebut, setiap ASN dinilai berdasarkan kompetensi, pengalaman, pendidikan, dan kinerja yang kemudian dipetakan dalam sembilan kotak atau 9 box. ASN yang berada di tiga kotak teratas, yakni box 7, 8, dan 9, menjadi prioritas untuk promosi jabatan.
Proses ini memastikan pengisian jabatan dilakukan secara terukur dan berbasis potensi. ASN dituntut terus meningkatkan kapasitas diri agar dapat masuk dalam kategori terbaik.
Walikota berharap
manajemen talenta tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja baru dalam pengelolaan ASN di Kota Depok dan kedepan, sistem ini harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan regulasi, tandasnya.
Masih dilokasi acara, Yodi Joko Bintoro diangkat sebagai kepala dinas PUPR Kota Depok dimana sebelumnya, Ia menjabat sekretaris dan Pelaksana tugas (Plt.) di dinas PUPR.
Yodi Joko Bintoro mengatakan,
selama lima (5) bulan menjabat Plt ( Januari, Februari, Maret, April, Mei) pihaknya sudah melakukan perubahan-
perubahan, salah satunya melalui call center terkait pengaduan dan keluhan-
keluhan yang ada masyarakat.
Dikatakan, bebetapa target ke depan, target dibulan Juni nanti akan lakukan groundbreaking terkait Jalan Enggrang sawangan.
Program yang dilakukan lebih pada sesuai timeline dengan urutan dan tahapan dan juga pelaksanaan infrastruktur sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan target Janji Walikota Depok, jelasnya.
Ditambahkannya, sebagai kepala OPD Ia akan lakukan manajerial terkait dengan sumber daya yang dimiliki lebih efektif untuk kemudian menghasilkan penyelesaian permasalahan masyarakat, tutupnya. (*joh).





