Banyuwangi –harianlenteraindonesia.co.id Dalam rangka mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan Pertemuan Forum Komunikasi (PENAKIB) di Hotel Kokoon, Selasa (7/10/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh lintas program, organisasi profesi, akademisi, lintas sektor terkait dan camat se-Kabupaten Banyuwangi.

Acara diawali dengan sambutan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi, Dwi Yanto.
Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, SKM. M.Si, mengenai analisa situasi pelayanan ibu dan anak serta membentuk grup diskusi.
Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat menjelaskan kepada media ini, Kamis (9/10), di Kabupaten Banyuwangi, meskipun tren menunjukkan penurunan, kasus kematian ibu dan bayi masih terjadi setiap tahun. Disebabkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk rujukan, keterlambatan akses ke fasilitas kesehatan, dan keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan.
“Selain faktor medis tersebut, terdapat determinan faktor sosial dan kultural, seperti keterbatasan dukungan keluarga, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Amir, diperlukan komunikasi terpadu lintas sektor dan profesi, melali Forum Komunikasi Penakib (Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi) untuk memperkuat jejaring, kolaborasi, dan sistem respon cepat dalam penanganan dan pencegahannya.
Grup diskusi terdiri 3 kelompok yaitu kelompok satgas pemberdayaan masyarakat dipandu oleh dr. Heru P.S SpOg Sub spesialis FetoMaternal dan kelompok stakeholder/camat dipandu oleh Kabid Kesehatan Masyarakat, Hanipan, SKM, M.M.
Diharapkan pada pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi atau rencana kerja Forum Penakib sehingga dapat meningkatan mutu dan kualitas layanan di seluruh fasilitas kesehatan yang pada akhirnya akan berdampak pada keturunan AKI dan AKB.
Penulis: Aji





