Program LUPIS Satlantas Polresta Banyuwangi dan Bahayanya Berkendara Roda 2 Pakai Sendal, Ini Penjelasannya

 


Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id. Surat Ijin Mengemudi (SIM) tidak hanya sebuah legalitas tapi juga sebuah kompetensi dalam berkendara. Pengendara roda 2 sangat rentan dengan kecelakaan lalu lintas, itu terbukti dari angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi tidak hanya melakukan ujian praktik yang baru ini saja, tapi disini juga mempunyai program namanya LUPIS (Lulus Ujian Praktik SIM).

Untuk latihan program LUPIS ini dilaksanakan sore hari di jam selesai operasional kantor Satpas.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Banyuwangi, Kompol Randy Asdar menjelaskan, program LUPIS ini bagi pengendara yang belum cakap atau belum mahir dalam berkendara kita latihkan disini.

“Disini kami menyiapkan petugas-petugas yang sudah terlatih dan memiliki sertifikasi,” ujar Randy.

“Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan,” jelasnya.

Lanjut Randy, besar harapan kami dengan adanya ujian praktik yang baru ini. Masyarakat bisa mengikuti dengan baik dan tidak mengabaikan tentang aturan-aturan yang ada.

*Polemik Pengendara Roda 2 Pakai Sendal*

Sempat menjadi polemik terkait dengan masalah penggunaan sendal dalam berkendara.

“Sebenarnya tidak diwajibkan pakai sepatu tapi disarankan, karena kalau misalnya pas lagi berkendara pada saat berhenti di lampu merah si pengendara berhenti kakinya turun, ketika kakinya turun kadang-kadang ada kendaraan yang terlalu mepet akhirnya kakinya ini terlindas,” terangnya saat press release di lapangan ujian praktik Satpas, Senin (7/8/23).

Semisalnya lagi, si pengendara ketika jatuh dan pakai sendal sudah hancur kakinya.

Kalau misalnya pakai sepatu paling tidak ini adalah sebagai salah satu pelindung atau antisipasi.

“Itu mungkin sedikit yang dulunya pernah jadi polemik berkendara pakai sendal. Sebenarnya itu bukan diwajibkan, akan tetapi itu disarankan pakai sepatu bagi pengendara roda 2 untuk keselamatan,” tutur Randy.

“Yang diutamakan adalah keselamatan, bukan buru-buru, bukan kecepatan, dan bukan ugal-ugalan, tapi adalah keselamatan berlalulintas,” pungkasnya.

 

Pos terkait