Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Sudiyok (82) Warga Dusun Cawang, Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh, telah diketahui seseorang meninggal dunia didalam sungai Kedung Bendo saat mencari barang rongsokan di pinggir aliran sungai pada hari Jumat, (27/5/22) sekira pukul 22.00 Wib.
Kapolresta Banyuwangi AKBP. Deddy Foury Millewa melalui Kapolsek Singojuruh AKP. Abdullah Syajad menceritakan, menurut keterangan para saksi yang tinggal serumah dengan korban pada hari Jumat (27/5) sekira pukul 14.00 Wib korban Sudiyok keluar rumah membawa karung dan sabit hendak mencari rosokan.
Hingga menjelang sore pukul 17.00 Wib korban tidak kunjung pulang. “Selanjutnya, Suhairi anak ke-4 dari korban dan Andri S, cucu korban mencari keberadaan korban,” kata Kapolsek Singojuruh AKP. Abdullah Syajad.
Namun, kata AKP. Abdullah, korban tidak ditemukan. Anak dan cucu korban meminta bantuan warga bersama-sama mencari keberadaannya.
“Dan sekira pukul 21.30 Wib, pada saat anak dan cucunya bersama warga mencari di pinggir aliran sungai Kedung Bendo ditemukan karung dan barang rosokan serta sabit milik korban,” ujar Kapolsek Singojuruh.
Kemudian anak dan cucunya bersama warga berinisiatif bersama-sama mencari korban didalam aliran sungai dengan cara menyelam hingga dasar sungai, karena ada kekhawatiran korban yang sudah lanjut usia terpeleset atau terjatuh ke dalam sungai sewaktu mencari rosokan.
Masih dengan AKP. Abdullah, selang beberapa lama kemudian korban ditemukan berada didalam palung atau cekungan batu padas aliran sungai dengan posisi kepala berada dibawah.
“Sewaktu ditemukan itu kondisi korban diduga sudah meninggal dunia, setelah itu korban bersama-sama dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya.
Mendapat laporan dari perangkat desa setempat, Polsek Singojuruh bersama petugas medis PKM Singojuruh melakukan pemeriksaan luar atas jenasah korban.
Kata AKP. Abdullah, diduga luka yang ditemukan pada tubuh korban disebabkan karena benturan dan pendarahan pada telinga karena cidera kepala berat. Korban meninggal dunia diduga akibat benturan tersebut.
“Tidak ada indikasi kekerasan atau penganiayaan,” tegasnya.
Keluarga korban juga menyatakan keberatan dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut. Setelah dilakukan autopsi luar, jasad korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.





