INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menentang wacana program pembelajaran siswa dengan turun langsung ke lapangan atau Study tour yang diadakan sekolah-sekolah Negeri dalam naungannya.
H.Caridin Kadisdik menegaskan, pihak dinas melarang adanya agenda kegiatan tersebut, lantaran, hal ini akan membebani orang tua siswa. “Enggak boleh, karena masih pandemi jadi enggak ada kegiatan study tour,” tegas H.Caridin saat di konfirmasi awak media, pada Jumat (08/04/2022) di ruang aula Disdik.
Informasi dihimpun awak media bahwa wacana program tersebut diadakan oleh seluruh sekolah negeri khususnya pada Pendidikan Menengah Pertama. Informasi yang santer terdengar, baru SMPN 1 Indramayu dan SMPN 1 Lelea. Kedua sekolah tersebut, diduga membebankan siswa sebesar Rp 750 ribu per siswa.
Lebih lanjut, Kepala SMPN 1 Indramayu, T mengatakan, program tersebut diperbolehkan oleh Bupati asal adanya program pertukaran budaya.” Boleh, karena bupati sekarang untuk budaya digalangkan, jadi dari sini (Indramayu) para siswa akan mengenalkan budaya di sana,” jelasnya, ketika di wawancara pada tanggal 30 Maret lalu.
Sekedar informasi, bahwa program tersebut sebagaimana dijelaskan oleh kepala sekolah bahwa, Provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta menjadi titik lokasi wacana tersebut. Namun, masih menunggu keputusan, apakah dari daerah sana menginzinkan pendatang melakukan kunjungan. “Kita masih menunggu. Apakah disana udah mengizinkan atau belum ,” tukas T.






