Konsep Merdeka Belajar Kebebasan Berinovasi Dalam Proses Belajar Mengajar

  • Whatsapp

Depok, harianlenteraindonesia.co.id

Pada Kesempatan di acara Forum Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan Kota Depok Tahun 2023, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Wijayanto menjelaskan, hasil empat (4) isu strategis dalam Forum Rencana Kerja (Renja) yang akan menjadi fokus di tahun depan yaitu, Aksebilitas Layanan Pendidikan, Peningkatan Kualitas dan Mutu Pendidikan, Penyelenggaraan Tata Kelola Pendidikan yang Akuntabel dan Relevansi Pendidikan, Jumat (18/2/2022).

Dari ke empat (4) isu tersebut Kadisdik Wijayanto menjelaskan, Aksebilitas Layanan Pendidikan dibahas mengenai sarana prasarana dan bantuan pendidikan.Lalu,Peningkatan Kualitas dan Mutu Pendidikan, mulai dari kualitas pendidikan dan tenaga pendidikan, kualitas peserta didik serta konsep merdeka belajar.

Lanjutnya, Penyelenggaraan Tata Kelola Pendidikan yang Akuntabel,hal ini diperlukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Kemudian, Relevansi Pendidikan, dimana lulusan memiliki potensi sesuai dengan kebutuhan zaman,jelasnya.

Terkait Pemilihan konsep Merdeka Belajar,telah sesuai dari arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Konsep merdeka belajar tersebut juga memiliki turunan berupa sekolah dan guru penggerak,ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Wijayanto.

Ditempat terpisah, sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Sutarno mengatakan,dalam Konsep Merdeka Belajar pihaknya akan akan meningkatkan mutu pendidikan melalui merdeka belajar menuju Kota Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera.

Esensi kemerdekaan dan kebebasan berpikir, harus dimulai oleh guru terlebih dahulu sebelum kemudian diajarkan pada para siswa dan siswi. Menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu serta membuat guru berinovasi, dalam memberikan pelajaran kepada siswa.

Merdeka belajar, dalam arti sekolah, guru-guru dan muridnya, mempunyai kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses belajar mengajar. Konsekuensinya, guru sangat dianjurkan untuk tidak bersikap monoton dan berorientasi pada guru saja”, terang Sekretaris Disdik Kota Depok, Sutarno di ruangannya.

Ditambahkannya, terbentuknya karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdas dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi.Tidak hanya sekedar mengandalkan sistem rangking di kelas yang dapat membuat galau anak dan orang tua saja karena sebenarnya, setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing.Itulah yang diharapkan pada metode ini,tandasnya.

Pos terkait