Mengintip Geliat Pengrajin Besek Bambu Desa Sendangagung

  • Whatsapp

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Puluhan ibu rumah tangga di Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menggeluti kerajinan besek bambu. Mereka menghasilkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti terlihat di RT 5, RW 1,hampir di setiap rumah menjadi pengrajin besek disini ada sekitar 30 pengrajin.
Kerajinan besek bambu di desa ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan bertahan sampai hari ini. Setiap hari, kaum hawa terutama ibu rumah tangga sibuk membuat besek di teras atau di depan rumah. Jemari mereka lincah menganyam bambu yang sudah dibentuk tipis.

Mereka biasanya mulai menganyam setelah pekerjaan rumah atau pekerjaan utama selesai dilakukan. Memanfaatkan waktu luang mereka membuat perkakas yang menghasilkan tambahan penghasilan keluarga.

Warsinah, seorang perajin mengaku kerajinan besek tetap bertahan karena masih ada pasar. Setiap seminggu atau dua minggu sekali, beberapa tengkulak datang mengambil besek.

“Saya sudah dari dahulu buat besek. Mulai harga Rp 30 ribu setiap 60 besek dengan berbagai ukuran kecil (12cm) ,kalau ukuran besar 30 cm harganya Rp 55-60 rb ,” kata Warsinah, Senin (23/11/2021).

Fatima menjelaskan ” Hasil produksi besek bambu ini biasanya dijual di Madiun dan Ponorgo ,setiap minggu bisa menghasilkan 100 sampai 200 buah besek bambu atau lebih. Ia mengaku tidak menarget produksi.

“Pokoknya kalau waktu luang ya bikin besek,” terangnya.

Dibantu Anik putrinya yang bertugas “nyebet” (membelah bambu menjadi potongan tipis tipis agar bisa di anyam menjadi besek bambu) , mengaku membuat besek di sela-sela pekerjaannya . Dari hasil membuat besek, ia bisa menambah penghasilan.

“kalau bisa ada alat untuk nyebet agar bisa mempercepat proses produksi kami ” harap Anik. Video kegiatan ini bisa di klik di di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.

Pos terkait