P3TGAI HEB Tuntas Sesuai Prosedurnya

Madiun, harianlenteraindonesia.co.id

Terkait dugaan kecurangan dan pelanggaran estetika kontruksi pada P3TGAI HEB Desa Ngadirejo Kecamatan Wonoasri, PJ Kades Ngadirejo Arif Widjanarko dan ketua BPD Toni Ibrahim angkat bicara. Pihaknya menegaskan bahwa Proyek saluran irigasi sepanjang 305 tersebut sudah sesuai prosedural yang seharusnya, Sabtu 14/8/21.

Dugaan pelanggaran estetika konstruksi dalam berita sebelumnya. Akan tetapi, bentuk saluran irigasi yang berkelok-kelok tersebut dari awal memang begitu adanya dan telah dimusyawarahkan oleh seluruh pihak terkait agar mengikuti jalur yang ada.

“Itu sudah sesuai jalur irigasi sebelumnya, sudah dimusyawarahkan dengan, Hippa, Pemerintah Desa dan BPD serta pihak pendamping,” terang T.

Sementara itu, PJ Kades Ngadirejo Arif Widjanarko yang baru menjabat pada bulan Maret 2021 lalu, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak ada unsur kecurangan. Pun dalam pengerjaannya juga diawasi dengan ketat oleh pihak pendamping.

“Pengawas atau pendamping pelaksanaan P3TGAI disini itu aktif, setiap hari ke lokasi pekerjaan untuk mengawasi dan memastikan agar tidak terjadi penyimpangan,” tegasnya.

Arif menambahkan bahwa dalam perencanaan proyek tersebut, panjang saluran adalah 303,9 dengan realisasi 305 kanan kiri.

“Benar, ditempat lain ada 340-350 meter, itu rabnya nya beda, bisa jadi pengerjaan sepanjang itu, tinggi saluran adalah 40-50 cm pondasi 20 cm, sedangkan P3TGAI di Ngadirejo ketinggian 60 cm dengan pondasi 30 cm, ketemu panjangnya 303,9 meter, realisasi 305 meter,” tambahnya.

P3TGAI HEB yang saat ini telah selesai pengerjaan hanya tinggal pengecekan terakhir dari pihak DAS BBWS. Seluruh elemen yang ikut berkontribusi pada proyek tersebut, mulai dari PJ Kades, ketua BPD, ketua HEB serta pendamping meyakini bahwa manfaat dari P3TGAI di Desa Ngadirejo dapat dirasakan para petani setempat. Dengan kelancaran pengairan sawah, produktivitas hasil pertanian lebih optimal sehingga kesejahteraan para petani pun dapat meningkat.

Sesuai dengan teknis, proyek ini dikerjakan secara Padat Karya Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dengan cara Swakelola, dengan maksud untuk menyerap tenaga kerja sekitar sebagai penerima manfaat, apalagi dimasa pandemi Covid-19 banyak sekali warga yang membutuhkan penghasilan tambahan.

Pos terkait