MALANG –harianlenterainfonesia.co.id Pemerintah Desa (Pemdes) Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting dengan mengoptimalkan peran Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan mengalokasikan anggaran khusus dari APBDes, dengan fokus utama pada kesehatan ibu hamil, balita hingga lansia.
Hal itu dilakukan, agar warga masyarakat yang ada di Desa Beji dapat terhindar dari stunting, sehingga bayi yang dilahirkan dapat normal seperti pada umumnya.
Kepala Desa (Kades) Beji, Deni Cahyono menjelaskan, bahwa implementasi Posyandu ILP di Desa Beji melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa, hingga lansia.
“Supervisi dan pembinaan Posyandu ILP di Desa Beji dilakukan secara rutin, salah satunya oleh Dinas Kesehatan Kota Batu, guna untuk memastikan kualitas layanan dasar,” terangnya kepada awak media, pada Selasa (1/4/2026).
Menurutnya, fokus kesehatan ibu hamil juga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting, sebab Posyandu memberikan pemeriksaan kesehatan khusus ibu hamil, yang mencakup pengukuran tekanan darah, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), serta pemeriksaan kandungan untuk memantau tumbuh kembang janin.
“Dalam pelaksanaanya kami menggunakan anggaran APBDes Dana Desa untuk membiayai program penanganan stunting, termasuk pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi kader kesehatan dan kader Posyandu untuk meningkatkan intervensi gizi spesifik dan sensitif,” ungkapnya.
Pihaknya, Pemdes Beji juga rutin menyelenggarakan Rembug Stunting untuk membahas hasil perumusan kegiatan dan memperkuat komitmen desa dalam menurunkan stunting, yang melibatkan TP PKK dan tenaga kesehatan.
“Langkah ini sejalan dengan prioritas nasional untuk menurunkan angka stunting di Indonesia melalui intervensi sejak masa kehamilan atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” papar Sabeni sapaan akrabnya.
Tak hanya itu, dalam menurunkan angka stunting pihaknya juga memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil dan juga balita maupun lansia untuk pemenuhan gizi.
“Dengan demikian, pemenuhan protein hewani pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita harus terus mendapatkan perhatian agar kelak anak yang dilahirkannya tidak mengalami stunting. Hal ini dikarenakan pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin,” urai Deni.
Dengan melakukan berbagai cara mencegah stunting pada anak, Pemdes Beji berharap mampu meminimalisir potensi terjadinya angka stunting pada anak-anak.
“Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta bersegera untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari para petugas kesehatan,” tegas Deni.
Terakhir, pihaknya juga memberikan tips untuk mencegah stunting pada anak. Selain pemenuhan protein hewani, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi stunting.
“Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan, emantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala, mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD), memberikan MPASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dari data awal pada 2024 angka stunting di Desa Beji 64 anak, namun saat ini mengalami penurunan yang cukup dignifikan yakni berkisar 22 saja.(M.yus)






