Dari kiri ke kanan: Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda, Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa
Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.id Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria hadir tinjau tanaman padi unggul baru varietas IPB 9G di lokasi lahan sawah Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.
Hal ini sebagai tindaklanjut kerjasama Pengembangan Ekosistem Beras Kaya nutrisi Biofortifikasi “Sunwangi” yang merupakan kolaborasi multipihak mulai dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, IPB University, praktisi, perbankan, Bulog, swasta yaitu Pandawa Agri Indonesia (PAI), dan petani.
Pemkab Banyuwangi sebagai orkestrator, Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pengembang benih biofortifikasi dan mitra riset, Pandawa Agri Indonesia (PAI) penyedia inovasi dan teknologi pertanian regeneratif, Danone Indonesia sebagai mitra keberlanjutan dan pemenuhan gizi, Bulog sebagai off-taker nasional, Bank Indonesia sebagai pendukung pembiayaan inklusif, serta ratusan petani sebagai pelaku utama.
Selama proses budi daya, para petani didampingi oleh tim teknis PAI melalui pendekatan PPAI teknologi yang mencakup intervensi di 10 tahapan budi daya padi.
Pendekatan ini membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan input, dan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Selain itu, dalam proses budi daya padi untuk produksi beras “Sunwangi” mengusung prinsip Low Carbon Agriculture, sehingga rendah emisi, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk akhir yang memiliki dampak positif terhadap pencegahan stunting pada bayi.
Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Arif Satria menyatakan apresiasi atas kemajuan dan capaian yang diraih Kabupaten Banyuwangi yang tidak lain bertumpu pada kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan terobosan yang solutif.
Penulis: Aji






