Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Dalam rangka percepatan swasembada pangan tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi pada hari Senin (3/2/2025).
Wilayah kunjungan kerja tersebut memiliki luas baku yaitu 222 Ha yang terdiri dari 7 kelompok tani yakni Poktan Nangka, Poktan Pisang, Poktan Jeruk, Poktan Jambu, Poktan Manggis, Poktan Rambutan dan Poktan Cerme.
Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang petani dan HIPPA yang terdiri dari kelompok tani Kecamatan Licin, Glagah, Rogojampi serta Blimbingsari sebagai peserta kegiatan IP 400.
Dalam kesempatan itu, Menko Pangan RI melakukan beberapa kegiatan yakni Penyemprotan Pupuk Organik Cair (POC) dengan drone dan gesah tani.
Selain itu juga ada display dari petani milenial dan pemenang Jagoan Tani yaitu, Anggi Jamur, Bolo Kopi, Oreng Oseng, Chica Cocho Mold, Pawonkoe, Castella, Padi Reborn.
Dalam kesempatan itu, Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengapresiasi program unggulan Bupati Banyuwangi yaitu Jagoan Tani karena bisa mendukung regenerasi pertanian.
Beberapa kesempatan kunjungan ke daerah-daerah lain saat ditanya petani itu umurnya 60, 65 bahkan 70 tahun. “Jadi program Jagoan Tani ini saya kira luar biasa perannya dalam mendukung percepatan swasembada pangan,” ungkap Menko Pangan Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas.
Menko Pangan Zulhas dalam dialog dengan petani di desa Gumuk Kecamatan Licin menyampaikan, bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu kurang dari 3 tahun, dengan visi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain: Penyediaan input pertanian benih unggul padi baru dan pupuk yang cukup. Modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani,” terangnya.
Disamping itu pembangunan dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan jaringan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan.
Hal lainnya pemerintah juga menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditas beras dari Rp 6.000. menjadi Rp 6.500, dan jagung dari Rp 5000 menjadi Rp 5.500. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani.
Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi dimana pemerintah memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat kepada Banyuwangi.
“Bagi Banyuwangi sektor pertanian menjadi salah satu perhatian dan perlu dipikirkan regenerasinya. Salah satu program pertanian untuk anak-anak muda, karena kami sadar mereka adalah tulang punggung pangan ke depan. Selain itu, pertanian juga termasuk penggerak utama ekonomi daerah,” pungkas Ipuk.
Penulis: Aji






