Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Sebagai upaya menjaga kelestarian budaya desa sekaligus mempererat tali silahturahmi pemerintah desa Pendem kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan bersama masyarakat desa melaksanakan acara Bersih desa.
Sebelum acara puncak dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan acara simaan Alquran dilanjutkan santunan kepada anak anak deaa Pendem dan malam harinya dilaksanakan tasyakuran dengan penceramah Kyai Tugiyo Basori. musik Qosidah modern Grup Shalawat Putro Wali dari Milangasri diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat desa Pendem.
Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan kantor desa Pendem dan dihadiri oleh Forkompimca kecamatan Ngariboyo , Sofyan dan Jamaludin Malik Anggota DPRD Kabupaten Magetan serta seluruh warga masyarakat desa Pendem tak ketinggalan para RT, RW, tokoh masyarakat dan pemuda desa Pendem tampak antusias mengikuti prosesi bersih desa ini (Sabtu 5/4/2023).

Dalam kesempatan ini Kusnanto Kepala Desa Pendem menjelaskan ” Kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh pemdes Pendem sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus meningkatkan ukuwah islamiah antara warga masyarakat . Dan semoga desa Pendem menjadi desa yang Baldatun toyibatun wa rofun Gofur. “ujar Kusnanto
Camat Ngariboyo yang diwakili Sekcam Ngariboyo Samsudin mengatakan ” Kami atas nama Forkompimca mengapresiasi upaya desa Pendem dalam menggelar acara Bersih desa ini Dengan kegiatan seperti . Dan semoga apa yang menjadi tujuan pemerintah desa dan masyarakat bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Dan dimometum HUT 17 Agustus ini kita harapkan agar semua masyarakat mengibarkan bendera merah putih sekaligus nanti saat acara gerak jalan yang mengambil start di Embung Pendem dan finish di kantor kecamatan agar ikut menyemarakkan kegiatan tersebut “pungkas Samsudin.
Kyai Tugiono Basori dalam tausiyahnya mengatakan ” Kita jang menghilang lkan budaya yang yang ada. Seperti halnya para wali songo yang mensyiarkan agama lewat gamelan dan wayang. Sebagai contoh tradisi slametan bagi orang jawa merupakan cara kita bersedekah, dalam siar kita selalu membawa gamelan agar generasi muda tidak melupakan budayanya.”jelas Kyai Tugiono Basori . Video lengkap kegiatan ini bisa di klik di https://youtu.be/HVxyjU195WE?si=Y3uJQvQzKyAf8yVw





