Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Kampoeng Alpukat yang letaknya tersembunyi di Dusun Randuagung, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, selalu mencuri perhatian pejabat-pejabat baik di Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat Banyuwangi maupun luar kota.
Selain itu juga, konsep desain rumah Oseng kuno semi modern yang masih favorit para pejabat dan generasi masa kini.
Apalagi dengan dilaluinya sungai kecil yang mengalir bening dari pegunungan dan udara yang sangat sejuk membuat betah para pengunjung.
Salah satu tempat yang bergaya rumah Oseng kuno semi modern tanpa menghilangkan rumah adat Banyuwangi bernuansa alami yakni Kampoeng Alpukat yang berada di Dusun Randuagung, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.

Apalagi nanti dengan hadirnya Home Stay, pengunjung bisa bermalam serta menikmati suasana desa yang sejuk dan segar.
Berbagai minuman segar dan beranekaragam kopi asli Banyuwangi di Kampoeng Alpukat
Dikenal sebagai “The Sunrise of Java” karena terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi memang banyak destinasi wisata, terutama ada di daerah Songgon.
Berada di kawasan pedesaan, hadirnya Kampoeng Alpukat menjadi sebuah tempat tersembunyi yang wajib dikunjungi.
Pemilik Kampoeng Alpukat Erwin Yudianto, S.H. mengatakan, ingin memberdayakan masyarakat dengan mengenal produk kopi asli Banyuwangi.
“Selain itu, kami ingin menjadikan sebagai tempat edukasi tanaman kopi dan alpukat yang banyak diminati oleh hampir semua masyarakat,” pungkas Erwin.





