Adakan Study Campus, Kepsek SMAN 1 Sindang Patuhi KCD Ketimbang Gubernur Jawa Barat

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Pihak SMAN 1 Sindang tetap memaksa berangkatkan siswa-siswi kelas XII untuk go to campus di Luar wilayah Jawa Barat (28/05) sore kemarin. Keberangkatan tujuan malang Jawa Timur dan Yogyakarta ini menggunakan 6 kendaraan bus pariwisata . Dengan membebani uang nominal Rp2 juta terhadap 300 siswa lebih .

Padahal sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, agar sekolah dalam naungan dinas Pendidikan Provinsi setempat tidak melakukan program tersebut hal ini sebagai tindakan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid -19, juga meningkatkan perekonomian di daerah.

Setyo Adisapto Kepala SMAN 1 Sindang kepada awak media menyampaikan program study kampus ini sudah diizinkan oleh pimpinan yaitu kepala Cabang Dinas Pendidikan IX Provinsi Jawa Barat. ” Ibu KCD sudah memberi izin itu rencananya sejak Maret. Tidak ada larangan kalau himbauan ia. Karena ini study kampus,” sergahnya.

Setyo berdalih program tersebut untuk memotivasi siswa guna melanjutkan ke perguruan tinggi . ” Ini kan tujuannya agar para siswa termotivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelasnnya.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Indramayu Caripan Ashidiq mengatakan,kepada tim lentera Indonesia saat ia dimintai tanggapan pada pekan lalu bahwa, “sudah jelas-jelas itukan himbauan dari Gubernur,tapi kenapa tidak dipatuhi apakah di Jawa barat sendiri tidak ada Universitas yang bagus? kan banyak contoh UNPAD di Bandung,kecuali di Jawa barat sendiri tidak mumpuni,kalau memang tidak ada unsur bisnis di dalamnya,”kata Ketua Peradi.

Ketua (Peradi) menambahkan”ya saya sepakat dengan himbauan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, artinya di masa pandemi ini jangan menekan wali murid, adakan study banding di wilayah Jawa Barat kan lebih ringan biayanya,”tambahnya.

Pos terkait