Tingkatkan Kapasitas SDM desa Joketro Adakan Studi Tiru ke Desa Plosorejo Kec Kademangan Kabupaten Blitar

Blitar, harianlenteraindonesia.co.id

Pemerintah Desa Joketro kec Parang Kabupaten Magetan melaksanakan Studi Tiru ke desa Plosorejo kec Kademangan Kabupaten Blitar sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.Sabtu-Minggu (28-29/5/2022)

Dengan menggandeng seluruh elemen yang ada diantaranya perwakilan BPD,PKK, Karang Taruna, Bumdes serta perwakilan dari tokoh Masyarakat.

Marjoko S.P Kepala desa Joketro mengatakan ” Tujuan kami adalah untuk mencari ilmu agar bisa di replikasi sesuai potensi yang ada di desa kami. Disini yang menarik untuk kita pelajari adalah perpustakaan desa Samudra Pustaka yang menjuarai lomba tingkat Nasional tahun 2021. Kedepan semoga semangat para pengurus perpustakaan bisa ditularkan ke warga kami agar lebih semangat lagi membangun desa Joketro sesuai bidang masing masing.”paparnya.

Ajis Sekdes Desa Plosorejo menjelaskan” Salah satu unggulan desa ini adalah Perpustakaan Desa Samudra Pustaka sesuai dengan acuan literasi. Semua yang ada di desa ini terpusat di perpustakaan. Sehingga dari pihak pemdes mensupportnya dengan menyediakan sapras yang dibutuhkan, memperkuat kelembagaan, promosi ,peningkatan kapasitas SDM, koordinasi dengan pemerintah dan dinas terkait serta ikut membangun jejaring dengan komunitas dan asosiasi yang ada.Selain itu kewenangan desa dimaksimalkan. Karena ada hak asal usul desa yang merupakan hak istimewa desa ” tegasnya.

Dalam paparannya Sugiono Kepala Perpusdes Samudra Pustaka desa Plosorejo menjelaskan “Motto kami adalah ” Read Is Right”. Seluruh proses disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu bidang yang peting adalah adanya inovasi pojok baca di masyarakat yang kita sebarkan di 9 titik . Perlunya ketegasan visi dan misi, yang bisa di implementasikan di masyarakat. Ada 6 literasi dasar yang harus kita pahami yaitu 1. literasi baca tulis 2. literasi numerasi 3 literasi sains 4.literasi digital 5. literasi budaya 6.literasi finansial “paparnya.

Sementara itu Sudarsono selaku ketua Pokdarwis menjelaskan ” Semua potensi yang ada di desa sebenarnya bisa untuk dijual sebagai atraksi wisata. Wisata sebenarnya adalah bonus dari kegiatan masyarakat yang ada. Selain itu didesa kami ini ada ramuan aneh yang diberi nama “Bio Saka” .Yang bisa mengembalikan kesuburan lahan pertanian tanpa pupuk kimia.”paparnya.

Pada hari pertama ini seluruh peserta di ajak untuk melihat dan mempelajari perpustakaan desa Samudra Pustaka, budidaya ikan koi di San Koi Farm, pusat industri batik “Demang” dengan motif khasnya Batik Badak Ploso , FJ Garden farming education, serta melihat secara langsung lahan pertanian yang di aplikasikan Bio Saka. Malam harinya peserta berdiskusi membahas topik seputar kegiatan yang ada di desa melalui acara sarasehan. Menurut jadwal besuk harinya rombongan akan mengikuti kegiatan di Kampung Coklat. Seluruh kegiatan ini di support jasa travel SBA. Video kegiatan ini di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.

Pos terkait