Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Berbagai upaya Pemerintah Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, agar tak terjadi abrasi atau pengikisan tanah oleh air, maka usulan pembuatan Talud / TPT dilaksanakan segera, mengingat musim hujan juga. Pembangunan talud biasanya dikerjakan di tanah yang labil.
Desa Kawu terkenal dengan adanya museum purbakala yang berisi fosil manusia purbakala yang disimpan di museum Trinil. Fungsi Talud banyak sekali, selain menahan tanah dari abrasi, juga dapat membentuk kestabilan dan keseimbangan tanah. Jalan pun terlihat bagus bodynya. maka harus memperkuat campuran PC semen dan pasir.
Ali Imron Kades Kawu mengatakan “Pembangunan talud di Rt 01 Rw 06, tepatnya di Dusun Wates, diarea persawahan menuju kearah makam. Pembangunan talud akan semakin meningkatkan dan menguatkan pondasi jalan agar kokoh, kuat dan tak mudah rusak. Masyarakat yang lewat jalan ke sawah ini pun tak lagi was-was akan terjadi longsor bila membawa motor. Sebetulnya pembangunan talud ini sudah lama diinginkan warga, baru tahun 2022 terdanai Dana Desa ( DD),” Ungkapnya.

Memang betul apa yang dikatakan Pak Kades, bahwa usulan talud dari warga sudah lama, baru tahun ini terdanai, mengingat mendesak kebutuhannya yaitu musim hujan, jadi harus segera di bangun.Talud dengan Volume panjang 212 M bertempat di Rt 01 Rw 06 Dusun Wates. Karena ada 29 Rt, 6 Rw dan 6 Dusun ( Dusun Kawu, Dusun Pilang, Dusun Kliyangan, Dusun Sooko, Dusun Cangakan dan Dusun Wates), maka untuk pembangunan digilir secara bergantian tiap Dusun. Mudah- mudahan dengan adanya talud, warga sudah tidak takut longsor lagi, dan penghasilan petani sekitar talud berlimpah panennya, agar petani maju dan sejahtera,” Ujar Kusnul Yakin TPK Desa Kawu.





