Surat Terbuka LSM LIRA DPD Magetan Terkait Dugaan Ketidakadilan Sistem Rekuitmen PPPK Guru Horoner Tahap 1

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Menyikapi proses dan sistem rekuitmen PPPK khususnya di Kabupaten Magetan LSM DPD LIRA Magetan kembali bersuara. Hal ini terbukti dengan postingan terbuka di akun resmi Ketua LSM Lira Magetan (

Surat terbuka itu bunyinya adalah sbb:
Kami LSM LIRA Magetan Supriyanto terus bergerak
Semoga suara dan doa honorer sekabupaten Magetan di kabulkan oleh Allah SWT.
Dugaan kurang kordinasi Pihak BKD Magetan dengan Dinas dindik khusus nya bagian Dapodik Kabupaten Magetan,dan kami LSM Lira Magetan menyayangkan kurang nya keterbukaan Pihak BKD Magetan antara jumlah Lowongan kerja dengan jumlah Honorer yang belum di angkat ada berapa belum ada jawaban ?

Dan Pihak Dapodik tidak bisa mengontrol apakah pemilik nomer Dapodik itu aktif atau tidak,itu penjelasan dari pihak Dinas Dindik khususnya bagian Dapodik, dan adanya Dugaan waktu sanggah itu menurut kami LSM LIRA adalah sangat janggal sekali karena setahu kami, waktu sanggah hanya di gunakan untuk LELANG PROYEK dan sanggah gunanya untuk melawan juga menjatuhkan PEMENANG LELANG,dalam tes P3K ada waktu sanggah gunanya kemarin di BKD hanya suatu masukan dalam hal ini kami menduga banyak kejanggalan dan jauh dari PRIKEMANUSIAAN karena harga PEGABDIAN tidak di nilai sama sekali .

Semoga kegiatan kami LSM LIRA ini bisa membuka HATI PARA PEMANGKU PENGAMBIL KEBIJAKAN di Kabupaten Magetan.
Ingat bukan PENYALAH GUNAAN WEWENANG tapi dasar dari usulan masyarakat khususnya Honorer yang tertulis , dasar untuk menyampaikan ke tingkat BKD PUSAT ,bukan melawan tapi memperjuangkan aspirasi masyarakat itu adalah Tugas Mulia

Kami LSM LIRA siap ke Jakarta mengawal jika Perlu
Allahu Akbar … Allahu Akbar ..Allahu Akbar
Maaf jika ada kata kata yang tidak berkenan semua demi kebaikan magetan kota tercinta

Hormat kami
DPD Lira Magetan
Supriyanto.S.Sos

Sebagai informasi yang dihimpun Media Lentera Indonesia di Dinas Dikpora Magetan yang ditemui M Budi Setijono Kabid PTK mengatakan ” Yang dibutuhkan Magetan sebagai tenaga PPPK sejumlah 387 . Yang sudah terisi seleksi tahap 1 kemarin sejumlah 258 jadi yang masih kosong 129 tenaga PPPK .”terangnya.

Saat ditemui awak media Supriyanto S.Sos mengatakan ” Banyaknya ASN guru khususnya kepala sekolah yang merangkap jabatan memegang dua sekolah dan banyaknya kekosongan guru ASN di lapangan sehingga guru honorerlah sebagai ujung tombak kegiatan di sekolah,dan kami LSM LIRA menduga ada nya kejanggalan antara jumlah lowongan P3K dengan jumlah honorer yang ada tidak adanya transparansi sehingga akan muncul masalah baru. “pungkasnya.Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan

Pos terkait