
Koordinator Forum Penyelamat Pendidikan Kota Depok (FPPKD),Wido Pratikno.
Depok,harianlenteraindonesia.co.id
Memasuki hari ke-11 unjuk rasa terkait Penerimaan Peserta Didik Baru 2024, koordinator Forum Penyelamat Pendidikan Kota Depok,Wido Pratikno mengatakan, pihak nya akan terus berjuang menuntut
pertanggungjawaban Pemerintah atas anak didik yang belum mendapatkan sekolah.
“Disini kita akan terus menyuarakan perjuangan untuk bagaimana, anak-anak Depok bersekolah. Kenapa kita harus terus berjuang karena ini tidak adil,”ujar Wido,dipelataran DOS (Depok Open Space),Senin (5/8/24).
Ketidakadilan yang dimaksud dimana Kota Depok merupakan tempat pemukiman dan padat penduduk, namun tidak sebanding dengan jumlah sekolah tingkat menengah negeri yang ada.
“Penduduknya banyak, di saat warganya terus tambah tapi sekolahnya kurang.Contoh, Kota Bekasi saja itu SMA Negeri sudah 22, SMK-nya sudah 16. Di Depok SMA Negeri aja kalau yang full baru 13, kalau SMK nya ada 3.Maka tidak boleh kita berdiam diri sebagai warga Depok, kita harus terus berjuang,”
Masih Wido, dikatakannya Pemerintah harus bertanggungjawab dalam hal ini sebutnya, Walikota Depok dan Pj.Gubernur bersama Pj.kepala dinas Pendidikan Prov.Jabar dan Kementerian Pendidikan serta Presiden Republik Indonesia.
“Amanah undang-undang, belajar 12 tahun jelas. Negara bertanggung jawab terhadap pendidikan yang layak,”
Bila anak tidak bisa sekolah maka semua yang ada dari tingkat Kota sampai Nasional gagal tentang pendidikan.Omong kosong Depok kota layak anak kalau anak-anaknya nggak bisa sekolah, kata Wido.
Wido menambahkan, dengan moment 17 Agustus hari merdeka, bangsa ini merdeka dari Sabang sampai Merauke.Ber-ikrar untuk bagaimana membentuk sebuah negara dan memerdekakan.
“Tetapi hari ini tragis, hari ini berduka, masyarakat Kota Depok tidak merdeka karena anak-anaknya tidak sekolah, mereka gelisah, murung di rumah terus menanti ketidakpastian bagaimana mereka bisa bersekolah. Di saat hari ini mereka tidak bersekolah, maka kemerdekaan itu jauh panggang dari api,” tandasnya.(joh).





