Rudi Kurniawan, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok.
Depok, harianlenteraindonesia.co.id
Forum Renja Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2024, di gelar bertempat di Hotel Margo City, jalan Margonda Raya, Kota Depok.
Hadir dan tampil sebagai pembicara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, dr. Mary Liziawati dan kepala Bappeda H.Dadang Wihana serta Rudi Kurniawan, sekretaris komisi D DPRD Kota Depok.
Mengambil tema “ Pamantapan Kemitraan dan Surveilans Berbasis Masyarakat Untuk Mencapai Layanan Kesehatan Bermutu yang Terintegrasi,” acara forum Renja, dibuka Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono.
Menurut kang Imam, prinsip mencegah, lebih baik dari pada sakit baru diobati, tegasnya, Rabu (22/2/23).
Terkait Stunting, Rudi Kurniawan mewakili Komisi D DPRD Kota Depok berharap, capaian stunting jadi terendah nomor 1. Untuk urusan kesehatan, pihaknya mendorong agar warga Depok sudah mempunyai jaminan
kesehatan. Namun diakuinya, persoalan peserta BPJS Kesehatan Mandiri ada yang menunggak pembayaran sehingga keanggotaannya non aktif.
“Ini jadi PR kita, tapi ada kabar baik warga bisa cicil tunggakan BPJS. Selama ini kan, kalau dulu harus ketentuannya berdasarkan terakhir bayar.Ada program dari BPJS, warga bisa cicil supaya kepesertaan-nya bisa selalu aktif.” ungkap Rudi, usai acara Forum Renja Dinas Kesehatan.
Masih Rudi Kurniawan, terkait pendataan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) disampaikannya, pada forum Renja Dinas Kesehatan ini sudah disampaikan.

“Insya Allah, di tahun 2023 ini, kita mulai menggerakkan pendataan melalui musyawarah-musyawarah Kelurahan, di mana Ini kan program Bina sosial yang selama ini kurang masif.Mudah-mudahan ke depan, ini bisa menjadi lebih baik lagi.”
Ditambahkannya, apa yang dimaksud kurang masif,menurut Rudi Kurniawan mencontohkan, “Ketua RT ada 50 keluarga,4 bulan berikutnya jangan-jangan 55, jangan-jangan ada yang miskin baru tapi 4 bulan berikutnya bisa jadi berkurang karena miskinnya berkurang. Artinya, itu harus berkelanjutan.Jadi ya, tetap harus dimonitoring,” jelasnya.
Untuk diketahui,stunting adalah masalah gizi kronis, akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting di Kota Depok sebesar 12,6 persen. Angka ini lebih rendah,dibanding target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024.






