Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Komunitas Malang Crisis Center (MCC) menuntut aparat untuk bertanggung jawab atas tragedi pertandingan Liga 1 yang menyebabkan ratusan orang yang supporter Arema harus kehilangan nyawa akibat peristiwa kelam 1/10/22 di Stadion Kanjuruhan kota Malang tersebut

Danny Prasetyo,Koordinator MCC kota Malang dalam keterangannya kepada media melalui pesan pribadi WA (3/10/22) mengatakan “Apa yang terjadi di stadion Kanjuruhan hingga mengorbankan nyawa ratusan saudara kita suporter setia Arema sudah termasuk kejahatan yang tidak dapat ditorelir hal tersebut diduga kuat terjadi akibat kesalahan prosedur pengamanan dan tindakan represif aparat usai pertandingan berlangsung.

Dilihat dari video maupun foto yang beredar di medsos maupun dishare oleh teman-teman yang berada langsung di tempat kejadian menunjukkan bahwa situasi lapangan usai pertandingan harusnya dapat diselesaikan dengan cara dan tindakan terukur yang tidak perlu sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa karena mayoritas penonton masih berada di tribun juga tidak banyak yang berusaha masuk ke dalam lapangan.

Tetapi pada faktanya aparat bertindak terlalu jauh, keras dan melakukan pelanggaran dengan menembakkan gas air mata ke arah tribun,tindakan ini selain melanggar aturan FIFA terkait larangan menggunakan gas air mata juga secara otomatis menimbulkan gelombang kepanikan massa mengalami sakit akibat terkena kepulan asap dari gas air mata yang ditembakkan aparat tersebut sehingga kemudian mereka bergerak berdesakan untuk mencari jalan keluar TIDAK ADA dugaan perkelahian antar suporter atau suporter mengancam keselamatan pemain dan petugas lapangan tetapi kenapa petugas keamanan berani melakukan tindakan melepaskan gas ke arah tribun padahal jauh dari area steril/lapangan? Apa salah mereka? Kenapa melakukan tindakan yg menimbulkan kepanikan besar padahal mereka tahu bahwa itu berbahaya dan akan memicu meluasnya kekacauan situasi

Ratusan koran jiwa sudah jatuh belum lagi Aremania yang masih dalam kondisi kritis di RS duka kami tidak dapat diobati dengan hanya kata maaf dan menghentikan Liga sebagai warga Malang dan Aremania kami menuntut tragedi stadion Kanjuruhan harus DIUSUT TUNTAS,kesalahan pelanggaran SOP harus DIUNGKAP dan para pelaku DIADILI,Kapolres Malang dan Kapolda Jatim sebagai orang yang bertanggung jawab atas tragedi ini harus dicopot dari jabatannya.

Langkah berikutnya MCC sebagai wadah elemen masyarakat Malang juga menuntut pihak Panpel,aparat pengamanan juga penyelenggara pertandingan untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian ini tidak cukup hanya dengan pemberian santunan pada para korban namun terlebih penting adalah mereka harus diproses secara hukum karena telah menjadi penyebab hilangnya ratusan jiwa manusia jika dalam waktu 1 minggu setelah kejadian tragedi stadion kanjuruhan belum ada penetapan tersangka maka kami akan turun jalan untuk mebirukan kota malang” tegas pria yang akrab di sapa Sam Danny tersebut.

Pos terkait