Kondisi Kesehatan Jamaah Haji Banyuwangi Pasca Armuzna Terkendali, Tidak Ada Jamaah Meninggal Dunia 

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan memastikan kondisi kesehatan jamaah haji Banyuwangi pasca pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) hingga tanggal 28 Mei 2026 secara umum masih terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyampaikan bahwa seluruh tim kesehatan haji terus melakukan pemantauan intensif terhadap jamaah, khususnya kelompok lanjut usia dan risiko tinggi (risti) yang membutuhkan perhatian medis lebih ketat akibat kelelahan fisik, cuaca ekstrem, kepadatan aktivitas ibadah, serta penyakit penyerta yang dimiliki jamaah.

“Alhamdulillah hingga saat ini kondisi kesehatan jamaah haji Banyuwangi secara umum masih terkendali. Tim kesehatan terus melakukan pemantauan dan pelayanan secara optimal, terutama kepada jamaah risiko tinggi yang membutuhkan pengawasan lebih intensif,” ujarnya.

Total jamaah haji Banyuwangi pada Kloter 82 hingga 85 tercatat sebanyak 1.317 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 401 jamaah masuk kategori risiko tinggi atau sekitar 30,4 persen.

Hingga saat ini terdapat tiga jamaah yang mendapatkan penanganan lanjutan dan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Pada Kloter 82 terdapat 380 jamaah dengan 243 jamaah kategori risiko tinggi.

Satu jamaah dirujuk ke RS Mina akibat cardiac arrest atau henti jantung. Sementara pada Kloter 83, dari total 379 jamaah terdapat satu jamaah gagal berangkat karena kondisi demensia, 38 jamaah kategori risiko tinggi, serta satu jamaah dirujuk ke RS Mina dengan diagnosis PPOK atau penyakit paru kronis.

Adapun Kloter 84 berjumlah 380 jamaah, dengan satu jamaah tunda berangkat karena masalah administrasi paspor, 56 jamaah kategori risiko tinggi, dan satu jamaah dirujuk ke RS East Arafat akibat CVA infark atau penyumbatan pembuluh darah otak.

Sedangkan Kloter 85 berjumlah 178 jamaah dengan 64 jamaah kategori risiko tinggi. Hingga saat ini tidak terdapat jamaah yang dirujuk dari kloter tersebut.

Dinas Kesehatan Banyuwangi juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat jamaah haji Banyuwangi yang dinyatakan meninggal dunia.

Terkait beredarnya informasi mengenai satu jamaah yang disebut meninggal dunia, Dinas Kesehatan memberikan klarifikasi bahwa kondisi jamaah tersebut hingga saat ini masih dalam penanganan medis intensif di RS Mina Al Wadi.

Jamaah atas nama Hj. Fatonah, warga Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar, saat pelaksanaan ibadah di Arafah, karena kondisi fisiknya yang lemah, yang bersangkutan mengikuti skema murur dan pelaksanaan lempar jumrah dibadalkan oleh rekannya demi menjaga keselamatan dan kondisi kesehatan jamaah.

Selanjutnya pada malam hari kondisi jamaah kembali memburuk secara progresif hingga memasuki fase kritis pada pagi hari.

Dalam situasi lapangan tersebut, dokter kloter menilai jamaah telah meninggal berdasarkan kondisi klinis saat itu. Namun setelah diperiksa kembali oleh dokter dari Arab Saudi, jamaah diminta dirujuk menggunakan tandu ke Klinik Mina guna memastikan kondisi secara definitif.

Sesampainya di Klinik Mina, tim medis Saudi masih melakukan tindakan “code blue” atau resusitasi jantung paru karena dinilai masih terdapat kemungkinan tanda kehidupan atau peluang penyelamatan.

Oleh karena itu, dilakukan upaya kegawatdaruratan lanjutan sesuai prosedur medis internasional.

“Hingga saat ini jamaah masih berada dalam penanganan medis di RS Mina Al Wadi. Tim kesehatan haji Indonesia dan otoritas kesehatan Saudi terus memantau perkembangan kondisi beliau. Mohon doa dari seluruh masyarakat Banyuwangi agar jamaah dapat kembali stabil dan sehat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Banyuwangi juga mengimbau seluruh jamaah haji Banyuwangi untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, menghindari aktivitas fisik berlebihan, cukup minum, rutin mengonsumsi obat bagi jamaah dengan penyakit kronis, serta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun.

Tim kesehatan haji Banyuwangi bersama tenaga kesehatan kloter dan sektor akan terus melakukan pelayanan kesehatan, pemantauan aktif, serta pendampingan kepada jamaah hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.

Penulis: Aji

Pos terkait