Mengejutkan..! Jumlah Kematian Itik P2WKSS 2021 Desa Totoran Diduga Berubah-ubah, Ada apa?

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Pasca gegernya bantuan itik program P2WKSS 2021 untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diduga telah dijual oleh (T), Kuwu Desa Totoran Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, yang mana sebelumnya telah diakui oleh salah seorang pembeli itik tersebut, yakni (R) warga Desa Pagirikan Blok Pecantilan. Untuk mengelabuhi publik, kini bantuan itik tersebut dikembalikan lagi ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu dengan alasan ketidakmampuan KWT dalam hal pengelolaan. Selain alasan itu, bahwa ada beberapa itik yang telah mati. Uniknya, jumlah kematian itik tersebut diduga berubah-ubah sebelum dan sesudah pengembalian kepada Dinas.

Sebelumnya, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pasekan, Muslikh, mengatakan bahwa dirinya mendapatkan laporan dari istri Kuwu perihal bebek yang mati. Muslikh mendapat laporan bahwa jumlah itik yang mati sebanyak 180 ekor, dengan berdalih karna itik tersebut terinjak-injak oleh masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi itik tersebut usai tiba dirumah Kuwu (T).

Namun, lain lagi halnya dengan keterangan dari Kepala Bidang Perbibitan (Kabid) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, A, saat dikonfirmasi oleh Lentera Indonesia di ruangan kerjanya, Rabu (22/12/2021) terkait pengembalian itik tersebut, mengatakan bahwa jumlah itik yang dikembalikan sebanyak 409 ekor, sedangkan sisa 91 ekor itik telah mati. “Itik yang dikembalikan sebanyak 409 ekor, sentrek 1 karung, sedangkan pakan sudah habis. Sisa itik 91 ekor telah mati.”Katanya??

Usai mendengar penjelasan dari A, Lentera Indonesia kemudian melontarkan pertanyaan kembali terkait keterangan perbedaan jumlah itik yang mati serta bentuk pelaporannya seperti apa. A berdalih, adanya perbedaan jumlah itik yang mati antara BPP dan Dinas itu dikarenakan salah hitung. Benarkah???. Namun, terkait pelaporan secara administratif bahwa itik tersebut telah mati, A belum bisa menunjukan bukti pelaporannya seperti apa, apakah hanya secara tertulis saja atau disertakan foto dokumentasi itik yang mati tersebut.

Diketahui, Desa Totoran melalui KWT Raga Ulat Kencana telah menerima bantuan program itik Program P2WKSS tahun anggaran 2021 dari pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat. Bantuan tersebut diantaranya, itik 500 ekor, pakan 1.4 ton dan beberapa karung sentrek.

Pos terkait