INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id
Pungutan biaya satuan pendidikan yang dilakukan oleh oknum sekolah tingkat dasar pada masa pandemi Covid-19 ini kerap terjadi dengan berbagai macam alasan peruntukannya, seperti halnya yang terjadi di SD Negeri 1 Sukaurip Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang mana diduga memungut uang bangunan (gedung) kepada tiap-tiap orang tua murid sebesar Rp.100.000-, (seratus ribu rupiah)
Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya dalam hal ini orang tua murid, mengatakan bahwa dirinya dipungut biaya uang bangunan oleh pihak SDN 1 Sukaurip sebesar Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) dengan dalih untuk renovasi plafon pada ruang kelas yang rusak karena terdampak ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan pada berberapa bulan lalu. “Pada saat kilang minyak Pertamina Balongan meledak itu kan plafon sekolah rusak, pihak sekolah mengumumkan kalau ada uang dari Pertamina untuk renovasi cuma katanya kurang, jadi memungut kepada orang tua siswa termasuk saya sebesar Rp.100.000 (seratus ribu rupiah).” Tutur Sumber, pada Rabu (17/11/2021)
Diketahui, pada beberapa bulan yang lalu kilang minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu mengalami ledakan sehingga mengakibatkan dampak radiasi pada lingkungan sekitar termasuk bangunan-bangunan fasilitas umum salah satunya bangunan SD Negeri 1 Sukaurip.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Sukaurip saat dikonfirmasi oleh awak media di ruang kantor guru pada Kamis (18/11/2021). Dirinya membenarkan tentang adanya pungutan biaya uang bangunan tersebut, “Benar, itu program Komite Sekolah sudah di musyawarahkan dengan orang tua/wali murid, tanyakan saja ke komite sekolah.”Jelasnya.
Dikatakan Kepala SDN 1 Sukaurip termasuk salah satu bangunan yang terdampak ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan sehingga mengakibatkan kerusakan pada bangunan sekolah seperti plafon sejumlah 3 (tiga) ruang kelas dan diakuinya bahwa SD N 1 Sukaurip mendapat kompensasi dari Pertamina RU VI Balongan lebih kurang sebesar Rp.22.100.000-, (dua puluh dua juta seratus ribu rupiah). Untuk renovasi plafon yang rusak pada tiga ruang kelas, dan sekarang plafonnya sudah seperti baru lagi, kalau bicara kurang sih ya kurang saja karena rusaknya banyak, tapi ya sudah lah.”Pungkasnya.




