Jadikan Keahlian Membatik Menjadi Sebuah Profesi Bukan Sekedar Hobi Pesan Wagub Malang

  • Whatsapp

MALANG, harianlenteraindonesia.co.id

Wakil Bupati Malang Drs H Didik Gatot Subroto SH MH mengingatkan kepada Pembatik di Kabupaten Malang Untuk tidak sekedar menjadikan keahlian membatik hanya dijadikan sebagai sebuah hobi belaka, namun harus dijadikan sebuah profesi.

Hal ini dikatakan Didik Gatot Subroto saat secara mendadak mendatangi pelatihan membatik yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang di salah satu hotel di Kepanjen kamis siang (21/10/2021).

Pemerintah, kata Didik sangat serius untuk menjadikan Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah penghasil kerajinan kain batik terkemuka. Tekad tersebut, lanjut Didik harus diimbangi kemauan keras para pengrajin batik untuk semakin meningkatkan kualitas batik khas Kabupaten Malang.

“Kita gak boleh kalah dengan daerah lain yang selama ini sudah terkenal sebagai kota batik seperti Solo, Pekalongan, dan daerah lainnya. Kita harus punya brand tersendiri yang khas Kabupaten Malang, makanya perlu keseriusan para perajin agar tetap eksis dan punya tekad yang sama untuk membranding batik khas Kabupaten Malang, artinya kita tetap bersaing dengan mereka yang sudah dulu terkenal,”tandas Didik Gatot Subroto.

Didik menyebut, potensi pasar batik di Kabupaten Malang sangat besar sekali. Artinya banyak peluang untuk dijadikan ladang bisnis bagi para pengrajin batik tersebut. Ia mencontohkan seperti di sekolah-sekolah di Kabupaten Malang. Jika hasilnya dan kualitasnya bagus, maka bisa menawarkannya lewat Dinas Pendidikan.

Gak hanya Dinas Pendidikan, peluang pasar lainnya juga cukup banyak, kita dorong pemerintah melalui dinas terkait untuk ikut mengapresiasi kain batik khas pengrajin Kabupaten Malang dengan cara membelinya dengan harga bervariatif disesuaikan dengan kualitas dan harga,”ujar Didik Gatot Subroto.

Semuanya, terang Didik, bisa dilakukan jika para pengrajin batik ini mampu berkreasi dan menjaga kualitas batik yang dikerjakan. Oleh karenanya, Didik meminta kepada para pengrajin batik untuk serius mengikuti pelatihan yang difasilitasi Pemkab Malang tersebut.

Sementara Sekretaris Disperindag Kabupaten Malang Catur Gigih Setyonegoro SE menjelaskan bahwa pelatihan yang difasilitasi Disperindag tersebut adalah bagian upaya Pemerintah untuk menguatkan branding Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah pengrajin kain batik terkemuka.

Ini bentuk kehadiran Pemerintah untuk memfasilitasi branding Kabupaten Malang sebagai salah satu Kota Batik terkemuka. Makanya kita datangkan pakar batik dari Kota Solo untuk membagikan ilmunya kepada 10 pembatik binaan Disperindag,”kata Catur Gigih Setyonegoro.

Dari 10 pengrajin tersebut, imbuh Catur, nantinya diharapkan lewat ilmu yang didapatkan dari hasil pelatihan tersebut, 10 pengrajin ini akan menjadi narasumber bagi para pengrajin batik lainnya di Kabupaten Malang.

Pemerintah, lanjut Catur, tidak hanya sebatas memfasilitasi dengan pelatihan saja, tapi juga akan memberikan dukungan disektor pemasaran batik khas Kabupaten Malang. Hal ini perlu dilakukan agar keberadaan para pengrajin batik di Kabupaten Malang tetap eksis dan terus berkreasi dan produktif.

Selain difasilitasi Pemerintah, para pengrajin batik tersebut, kata Catur juga didorong untuk terus berlatih secara mandiri.

Kendati demikian, untuk semakin memperkuat branding batik Khas Kabupaten Malang, lanjut Catur, butuh kolaborasi apik dengan berbagai lintas sektoral. Ia mencontohkan seperti kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, dan rumah batik yang tersebar di Kabupaten Malang agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Ini harapan kita bersama, meski saat ini kita masih tahap belajar dan berjalan. Namun bagi kami gak ada kata terlambat untuk berlatih dan belajar. Kami sangat optimis, dengan didasari kemauan dan tekad yang kuat, Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah penghasil kain batik terkemuka bisa direalisasikan,”pungkas Catur Gigih Setyonegoro.

Pos terkait