Depok, harianlenteraindonesia.co.id
Hj.Intan Fauzi.SH.LL.,M yang juga Ketua Umum Perempuan Partai Amanat Nasional(PUAN), bersama Mitra BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) berikan Edukasi Perempuan Indonesia Bermartabat, Selasa (19/10/2021).
Sebagai ketua PUAN organisasi sayap PAN, menjadi kewajiban dirinya untuk melayani kaum perempuan dan selalu memberikan motivasi serta edukasi dan meningkatkan peran perempuan Indonesia untuk lebih bermartabat dan dapat memperjuangkan kaum perempuan pada umumnya. Selama dirinya menjadi Anggota DPR RI, banyak aspirasi yang diberikan kepada kaum perempuan.
Pertemuannya dengan para kader KB, Posyandu dan kader kesehatan lainnya mendengar aspirasi mereka itu selayaknya memang harus diperjuangkan.”Kaum perempuan dapat memperjuangkan hak haknya seperti pendidikan, perlindungan anak, kesejahteraan perempuan juga di bidang keagamaan seperti majelis taklim perempuan yang dapat mereka perjuangkan,”ungkapnya pada kunjungan sosialsasi di wilayah Kota Depok.

Sementara itu, H.Sutikno MBA ketua Badan POK (Organisasi dan Keanggotaan) PAN (Partai Amanat Nasional) Kota Depok mengatakan,untuk kemitraan dengan BKKBN ini cukup bagus, karena ini memang untuk mewujudkan Program Pemerintah pada keluarga berencana sehingga harus di sosialisasikan kepada masyarakat.
“Semua stakeholder pada masyarakat yang di DPC dilibatkan dalam rangka untuk menjadikan satu kesatuan sebagai struktural dengan Partai Amanat Nasional,”ujarnya.
Untuk diketahui, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan sosialisasi Penguatan Pendataan dan kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra tahun 2021.
Tiga program utama BKKBN sesuai dengan Program Bangga Kencana yaitu,Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Juga berupaya untuk mengendalikan penduduk dengan meningkatkan kwalitas sumber daya manusia.
Program lainnya, adalah Percepatan Penuntasan Stunting
Sesuai dengan Perpres Nomor 72 tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting tentang di Indonesia.
Disebutkan angka Stunting di Indonesia menduduki urutan ketiga dunia yakni 27,67% secara Nasional, karena melebihi angka 20% hal ini tinggi sekali dan diatas angka toleransi.
BKKBN juga ingin ada program-program pendampingan keluarga dimana rumah tangga Stunting dibantu dengan mahasiswa peduli Stunting, untuk ibu PKK bisa melalui kader posyandu.






