Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Seperti kita ketahui Desa Pojok Kecamatan Kawedanan pada tanggal 17 Maret 2021 mengalami musibah banjir yang berdampak langsung pada masyarakat. Bencana banjir ini sempat mendapatkan perhatian yang serius dari pemprov Jatim sampai sampai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung ke desa Pojok.

Berdasarkan kejadian tersebut dipandang perlu dari BPBD Magetan untuk menjadikan desa Pojok sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) . Kegiatan pembentukan Destana ini berlangsung di balai desa Pojok. kegiatan ini berlangsung pada 14 sampai dengan 17 Juni 2021.Destana ini beranggotakan elemen masyarakat mulai tingkat RT, RW dan seluruh relawan yang ada di desa Pojok.
Suparman Kasi PK BPBD kabupaten Magetan mengatakan “Kegiatan Pembentukan Destana ini bertujuan agar masyarakat desa Pojok bersinergi dengan seluruh elemen yang ada termasuk didalamnya dunia usaha lebih tangguh dan tanggap terhadap bencana, khususnya bencana banjir “ungkapnya.

Lebih lanjut Suparman Kasi PK BPBD kabupaten Magetan menjelaskan “Destana di Magetan sudah ada 20 desa yang sudah berjalan dan untuk Pojok masuk urutan ke 21,dan untuk desa yang masuk Destana ini akan ada program jangka panjangnya berupa pelatihan relawan dan lain lain, yang tentunya menyesuaikan anggaran yang ada ,dengan harapan agar dari desa juga timbul kesadaran anggaran terkait penanggulangan bencana dan kedepan bisa berkolaborasi dengan BPBD “tegasnya.
Dedy Sumedi Kepala desa Pojok mengatakan “Kami selaku pemerintah desa atas nama warga desa Pojok sangat terbantu dengan adanya program Destana ini, dengan harapan agar pemerintah Kabupaten Magetan melalui BPBD kedepan bisa terus mendampingi kami dalam peningkatan kualitas SDM dan relawan di desa Pojok ini sehingga melalui relawan yang ada akan semakin tangguh serta tanggap dalam menghadapi bencana yang ada khususnya bencana banjir ” pungkasnya.
Destana ini adalah salah satu triger (pemicu) agar desa bisa lebih tangguh lagi terhadap kebencanaan. Dalam kegiatan ini selain pemantapan secara administrasi juga dilakukan Simulasi praktek lapangan penanganan bencana ,khususnya bencana banjir.
Sementara itu Wartini peserta pelatihan Destana yang juga merupakan salah satu korban banjir desa pojok kepada media Lentera Indonesia mengatakan “Kami warga desa Pojok berharap agar dengan adanya pelatihan dan pembentukan Destana ini kami dalam menghadapi musibah banjir bisa lebih tanggap dan tangguh lagi, termasuk bagaimana mencari cara dan solusi agar bencana tersebut tidak terulang lagi “harapnya. Video kegiatan ini di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (Jurnalis Beni Setyawan)






