Hardianto Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau dari Partai Gerindra. (Foto : Frans Doli – Lentera Indonesia)
Jakarta, harianlenteraindonesia.co.id
Kondisi infrastruktur di Riau cukup menyedihkan terutama jalan – jalan nasional yang ada bahkan jalan provinsi kabupaten kota yang ada juga menyedihkan. Makanya kita berharap sentuhan dari APBN bantuan dari
Pemerintah Pusat bagaimana ini kebutuhan infrastruktur Riau yang notabene juga selama ini banyak digunakan untuk kegiatan industri yang paling besar itu industri Kelapa Sawit karena kita ada 2,8 juta hektar lahan Kelapa Sawit. Dimana pajak Kelapa Sawitnya itu diambil pemerintah pusat. Namun konsekuensinya jalan – jalan kita di Riau hancur dan rusak.
Maka itu akhirnya pajak ditarik ke pusat tidak bisa membangun infrastruktur yang ada di Riau. Untuk itu akhirnya kami di Riau harus berpikir ekstra bagaimana mencari sumber pembiayaan itu dari APBD yang notabene kondisinya sangat menyedihkan kondisi APBD di Riau hari ini tidak mampu kita menanganni pembangunan infrastruktur jalan – jalan di Riau. Hal ini diutarakan Hardianto Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau dari Partai Gerindra kepada Lentera Indonesia usai acara rapat di Komisi V DPR RI di Jakarta baru – baru ini. (Frans Doli – Lentera Indonesia)






