Jepara, harianlenteraindonesia.co.id
Derita penghuni rusunawa Kyai Mojo blok A dan B Jepara semakin menjadi karena aliran air dari pdam jepara sudah hampir 6 bulan ini tidak lancar. Selain harus membeli air dari luar atau sekedar mengambil air dari blok c yang akhir-akhir ini debit air dari pompa milik upt pengelola rusunawa juga menurun. sehingga kesulitan air yang di alami oleh warga penghuni rusun sangat terasa. Saat meluapkan rasa kecewa atas pelayanan air pdam jepara para penghuni sengaja menunggak 3-5 bulan tetapi pada akhirnya meteran air tetap di segel bahkan di cabut oleh pdam jepara. Hal itulah yang mendorong para penghuni rusun sebagai pelanggan beramai-ramai mendatangi pdam jepara.

“Sesuai kesepakatan dulu waktu rapat kan setiap hari akan mensuplai 6 tangki air untuk kebutuhan warga. Fakta nya suplai air 6 tangki di bagi 2 blok bahkan terkadang hanya beberapa tangki saja tidak genap 6 tangki air. kenyataan nya air hidup 2 hari sekali kadang lebih mas, yang bulan kemarin-kemarin malah parah lagi mas bisa sampai seminggu baru hidup sekali itupun cuma hitungan jam saja sudah habis”. Ungkap takim penghuni rusunawa blok b jepara.
Saat di konfirmasi langsung oleh rekan media kepala pelayanan jepara kota Bp. Juwadi menyatakan “setiap hari pdam mengirim suplai 6 tangki dan soal penunggak juga sudah ada kesepakatan dengan pengelola dan penghuni bahwa yang menunggak akan di segel untuk hal tersebut beliau menyarankan untuk menemui bapak suyanto, pada intinya mas selama tidak ada tambahan sumur maka kebutuhan air untuk masyarakat di kota akan tetap sulit terpenuhi”.

Kekesalan warga semakin memuncak ketika meteran air di segel bahkan di cabut dari pdam. Kekesalan warga penghuni juga terucap saat di mintai keterangan oleh media. “Air saja tidak lancar sudah beberapa bulan mas, apa yang mau di bayar kemarin di segel ya mau tidak mau saya harus bayar tetapi nyata nya tiga hari ini air tidak mengalir. Yang katanya setiap hari 6 tangki tetapi (minggu 27-01-2020) hanya 2 tangki. Mau sampai kapan warga di rugikan mas!”. Ketus warga penghuni yang tidak mau di sebut nama nya. Saat penghuni menemui pak suyanto di aula pdam jepara dengan di dampingi team media dan ormas LMPI Jepara (senin 27 januari 2020) mengatakan kesulitan air karena kurang nya debit air untuk wilayah kota dan solusi nya hanya penambahan sumur pompa pdam dan berjanji akan membantu warga rusunawa kyai mojo blok A dan B dengan memasang kembali meteran yang telah di cabut dengan syarat dan ketentuan bahkan akan mensuplai air 8 tangki/hari selama aliran air belum kembali normal”. Senin 27/01/2020. (Jurnalis Dhan)





