Magetan, harianlenteraindonesia.co.id Dalam upaya pemenuhan bibit tanaman holtikultura khususnya tanaman kentang yang berkualitas tinggi dinas TPHPKP Kabupaten Magetan melalui UPTD Kebun Benih Hortikultura yang berlokasi di Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan menyediakan bibit kentang yang merupakan hasil teknologi sub kultur jaringan (Senin, 4/1/2021).
Kepala dinas TPHPKP kabupaten Magetan -Ir. Uswatul Chasanah M.Ma melalui Romadhon Sp. Kepala UPTD produksi benih yang berlokasi di Sarangan menjelaskan
” Di kebun bibit yang berlokasi di Kelurahan Sarangan ini UPTD produksi benih dinas TPHPKP Kabupaten Magetan memproduksi bibit kentang. Yang kita sediakan dari kebun bibit ini adalah benih sebar dan benih dasar .Untuk benih dasar kita dapatkan 12 rb -18rb knol sekali produksi dan untuk benih sebar 16rb -25rb knol dari sistem budidaya pengembangan kultur jaringan ini.atau bila dengan satuan ton mencapai 8-12 ton bibit sebar”jelasnya.

Lebih lanjut Romadhon menambahkan “Fasilitas kebun bibit ini memiliki luas lahan mencapai 1,5 hektar ,fasilitas ini berdiri sejak tahun 2006 dan sebagai fungsi utamanya adalah pemenuhan kebutuhan bibit kentang yang berkualitas bagi petani khususnya petani di Magetan ” jelasnya.
Jamawi staf teknis UPTD bibit Kabupaten Magetan menerangkan “budidaya bibit kentang ini melalui proses yang cukup intensif karena memerlukan perlakuan khusus pembenihan kentang ini.Sebagai contoh sebagian besar prosesnya dilakukan di dalam green house (rumah kaca) yang steril, yang menghasilkan benih pokok selanjutnya dari benih pokok itu akan ditanam lagi menjadi benih sebar yang bisa langsung diaplikasikan dilahan pertanian.”paparnya.
Sebagai gambaran proses pembibitan kentang dengan metode sub kultur jaringan ini di awali dengan pembuatan media yang dipakai adalah pupuk kandang dan cocopeat yang di sterilkan dengan perbandingan satu pupuk kandang dan 2 kokopeat disterilkan dengan cara distem atau dikukus dengan lama 4 jam dihitung dari titik didih.
Selanjutnya cara dengan dimasukkan ke dalam bed (media tanam) .Medianya kemudian disiram air dan lalu dikeluarkan planlet dari dalam botol selanjutnya ditanam dan dipelihara di dalam screen selama 3 minggu kalau sudah tumbuh tunas baru yang panjangnya kira-kira mencapai 7 sampai 10 cm kemudian dipotong dan ditanam didalam bed yang lain dalam media yang sama.
kemudian setelah umur 70 hari calon bibit kentang dari benih dasar ditanam lagi ditanam di tanah yang bersih untuk menghasilkan benih pokok.Selanjutnya dari bibit pokok ditanam lagi di luar screen dan dihasilkan benih sebar dan dari benih sebar yang akan di tanam oleh petani.
Selama ini hasil bibit kentang dari produksi kebun bibit yang ada di Kelurahan Sarangan ini diserap oleh petani di daerah Plaosan . Bibit kentang yang dihasilkan dari kebun bibit ini tidak ada pernah komplain dari petani. Bahkan animo petani terhadap bibit kentang ini lumayan tinggi .Diakui bahwa hasil pembibitan dari UPTD ini ternyata masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh petani kentang di wilayah Magetan. Video kegiatan ini bisa di klik di di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (Jurnalis :Beni Setyawan) .





