Malang, harianlenteraindonesia.co.id
DPRD Malang Minta Polemik Pembangunan Kios Pasar Tumpang Segera Diselesaikan
Komisi C saat melakukan Sidak di Pasar Tumpang, berdialog dengan pedagang. Jumat (11/12) siang.
Pembangunan kios, fasilitas umum dan Musholla yang berada di area terminal kawasan pasar Tumpang Kabupaten Malang mendapat penolakan keras dari pedagang.
Bahkan sampai saat ini belum juga ada titik temu antara para Pedagang, Dinas Perhubungan maupun Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Tumpang.
Dengan berlarutnya permasalahan ini, Komisi B dan C DPRD Kabupaten Malang melakukan Sidak ke pasar guna mencarikan solusinya, namun tetap tidak menemukan hasil sepakat antara pedagang dan Dinas terkait.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Darmadi meminta, agar permasalahan ini dibicarakan kembali, antara Dishub dan Disperindag Pasar Kab Malang dan Pedagang.
“Saya minta dalam dua hari ini sudah ada keputusan yang dapat di terima semua pihak,” kata Darmadi politisi PDI, Sabtu, (12/12/20) pagi.
Menurut salah satu pedagang H. Jatim, ia meminta persoalan ini agar supaya segera diselesaikan secepatnya.
“Sebenarnya kami para pedagang tidak mempermasalahkan pembangunan kios-kios tersebut, jika kios itu di pergunakan untuk berjualan makanan atau tempat kuliner. Tetapi jika untuk menjual barang dagangan sama seperti yang ada di dalam pasar, kami sangat keberatan,” terangnya.
Menurutnya, sekarang ini yang menjadi persoalan adalah pembangunan Musholla dan Tolilet yang persis di depan pasar.
“Estetikanya tidak bagus, dan kami meminta untuk di pindahkan, sehingga pandangan pasar yang megah dibangun sedemikian rupa dengan biaya milyaran rupiah ini tidak menjadi jelek,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, bahwa untuk Musholla dan Tolilet tersebut di bangun dari anggaran swadaya masyarakat.
“Pembangunan Fasum dan Musholla itu memakai anggaran swadaya masyarakat, bukan dari anggaran APBD Kabupaten Malang,” tegas Lutfi.
Dari hasil penelusuran di laman LPSE, disebutkan bahwa pembangunan kios tersebut dianggarkan melalui APBD sebesar Rp 181 juta-an. (M.yus)






