Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat Kabupaten pada Rabu (10/6/2026) di Ruang Minakjinggo Setda Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Tim Pembina UKS/M dari berbagai perangkat daerah dan instansi terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Kementerian Agama, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bagian Hukum, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, TP PKK Kabupaten Banyuwangi, Rektor Unidsoe Banyuwangi, Ketua Tim Pembina UKS/M Kecamatan, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., menegaskan bahwa penguatan UKS/M merupakan investasi strategis jangka panjang untuk mencetak generasi Banyuwangi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi.
Menurutnya, keberhasilan transformasi UKS/M membutuhkan sinergi yang kuat antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Banyuwangi sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Banyuwangi , Amir Hidayat, S.KM., M.Si., menyampaikan bahwa UKS/M perlu bertransformasi dari kegiatan yang bersifat seremonial menjadi sistem perlindungan kesehatan yang proaktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan remaja, mulai dari pencegahan anemia, peningkatan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), percepatan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pencegahan perkawinan usia anak, hingga penguatan kesehatan mental.
Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara sektor kesehatan, pendidikan, Kementerian Agama, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Pada sesi monitoring dan evaluasi, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, serta Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi memaparkan capaian, tantangan, dan perkembangan pelaksanaan UKS/M di masing-masing satuan pendidikan.
Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya penguatan implementasi Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat, sekaligus menjadi sarana menyamakan persepsi antar instansi dalam mendukung peningkatan kualitas UKS/M secara berkelanjutan serta melalui Gerakan Sekolah Sehat Sehati (Sehat Kini dan Nanti).
Melengkapi rangkaian kegiatan, narasumber dari Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Thomas AD Saifudin, S.E., menyampaikan materi tentang penguatan kelembagaan Tim Pembina UKS/M dalam optimalisasi sekolah sehat.
Ia menekankan pentingnya revitalisasi Tim Pembina UKS/M di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga satuan pendidikan melalui tata kelola yang terencana, terorganisir, dan terintegrasi.
Penguatan koordinasi lintas sektor, penyusunan program kerja yang terukur, serta optimalisasi pelaksanaan Trias UKS/M dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada peserta didik serta mewujudkan generasi Banyuwangi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Penulis: Aji






