Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.id Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melaksanakan kegiatan monitoring ketersediaan bahan pangan strategis (02/12/2025).
Monitoring dilakukan untuk memastikan pasokan gabah, kapasitas penggilingan dan ketersediaan beras siap edar berada dalam kondisi aman dan stabil dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat selama Nataru.
Dari hasil peninjauan sampling di penggilingan padi UD. Padi Sejati yang terletak di Kecamatan Srono, Nurkholis selaku pemilik menuturkan bahwa stok gabah dan beras terhitung mencukupi untuk mendukung kelancaran pasokan harian maupun perkiraan peningkatan permintaan dari pedagang serta konsumen menjelang Nataru.
Kholis, yang juga pengurus Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia) menyampaikan, dari 120 penggilingan padi di Banyuwangi stok beras yang tersedia diproyeksikan aman dan mencukupi sampai dengan panen raya padi di bulan Maret dan April 2026 nanti.
Sementara itu dari perhitungan proyeksi bulanan neraca pangan diperoleh data bahwa kebutuhan bulan Desember beras Banyuwangi dgn jumlah penduduk 1,7 juta jiwa mencapai 13.790,64 ton beras, sedangkan produksi beras diproyeksikan sebesar 49.467,83 ton, sehingga terhitung masih ada surplus beras sebesar 35.677,19 ton.
Selain memantau ketersediaan di tingkat penggilingan (swasta) tim juga melakukan koordinasi dengan Bulog Cabang Banyuwangi terkait kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Berdasarkan laporan Kepala Cabang Bulog, saat ini Banyuwangi memiliki stok beras yang mencukupi untuk kebutuhan penyaluran reguler, operasi pasar (SPHP) serta antisipasi lonjakan permintaan menjelang Nataru.
Penulis: Aji







