• Whatsapp

Malang , harianlenteraindonesia.co.idPemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) bersama Bank Indonesia (BI), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog, TUNAS, serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) kembali menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Malang dan digelar selama dua hari, Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2025, berlokasi di Jalan Gajahmada, Kota Malang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Ir. Slamet Husna Hariadi, mewakili Wali Kota Malang, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini berkat kerja sama berbagai pihak, yakni BI, TPID, Bulog, TUNAS, dan GNPIP. “Maksud dan tujuan Gerakan Pangan Murah ini adalah untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang belum stabil. Harga sejumlah komoditas, seperti cabai, kerap mengalami lonjakan yang tidak menentu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya menstabilkan harga kebutuhan pokok tidak hanya di Kota Malang, tetapi juga wilayah sekitar seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Sementara itu, pendamping dari pihak Bank Indonesia, Febriana, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah antisipasi inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

“Selama dua hari ini, warga Kota Malang dapat membeli berbagai produk kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar,” ujarnya.

Febriana juga menjelaskan bahwa akhir tahun sering kali terjadi lonjakan harga bahan pokok. Untuk itu, TPID, Bulog, TUNAS, GNPIP, dan Pemkot Malang melalui Dispangtan berkolaborasi agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Tujuannya adalah meringankan beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil dan kenaikan harga (inflasi) yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.
(M.yus)

Pos terkait